Suara.com - Melewati kehamilan dan harus melahirkan di tengah pandemi Covid-19 bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilewati. Untuk melakukan periksa kehamilan di rumah sakit saja, diperlukan sejumlah protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Tak heran, karena takut tertular virus Corona, banyak ibu hamil yang enggan memeriksakan kehamilan di rumah sakit saat pandemi. Padahal, periksa kehamilan tetap harus dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan calon bayi.
Nah, agar periksa kehamilan di rumah sakit tetap aman, dr. Beeleonie, BMedSc, SpOG, KFER, memberikan panduan untuk Anda, mengutip pemarannya dalam webinar yang diselenggarakan Suara.com, bekerja sama dengan Satgas Covid-19, pada Jumat (20/11/2020).
1. Ingat 3M
Mematuhi protokol kesehatan melalui 3M, yakni Mencuci tangan, Menggunakan masker, dan Menjaga jarak adalah kunci utama dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Jadi, saat ke rumah sakit, jangan lupakan hal ini ya.
2. Jalani skrining kesehatan di rumah sakit
Rumah sakit, kata dokter yang akrab disapa dr. Bee ini, sudah pasti menjalani metode skrining yang sangat ketat. Sehingga, pasien khususnya ibu hamil tak perlu memiliki kekhawatiran yang berlebihan.
"Kita selalu, semua pasien yamg datang termasuk ibu hamil harus mengisi kuesioner. Apakah ada riwayat traveling ke daerah zona merah dan hitam? (sebenarnya Jakarta termasuk), ada riwayat kontak erat nggak dengan pasien yang positif, misalnya baru tahu suaminya positif sebulan lalu dan lainnya," jelasnya.
Karenanya, diharapkan pasien jujur dalam melakukan skrining awal ini, agar aman untuk diri sendiri, bayi di dalam kandungan, maupun orang lain. Skrining kesehatan awal ini sangat penting menurut dr. Bee, karena menurut penelitian, sekitar 80 persen ibu hamil dengan positif Covid-19 itu tidak bergejala. Jadi, seringkali mereka tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi.
3. Melihat gejala Covid-19
Hal lainnya yang diperiksa adalah apakah pasien memiliki keluhan atau gejala Covid-19 atau tidak. Misalnya batuk, pilek, demam hingga hilangnya kemampuan mencium dan sulit merasakan rasa makanan. Menurut dr. Bee, jika ditemukan ibu hamil dengan gejala seperti yang telah disebut, pasien akan dirujuk ke poli khusus untuk skrining Covid-19, untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, seperti swab.
4. Pelayanan kesehatan sudah melakukan pembatasan
Hal lainnya adalah, saat ini banyak rumah sakit atau pelayanan kesehatan lain yang sudah membatasi pasien untuk datang, di mana mereka tidak boleh lagi ditemani oleh orangtua, adik, kakak, hingga anak-anak. Dalam hal ini, pasien hanya boleh ditemani oleh satu pendamping.
"Kalau bisa, sekarang jadi wanita mandiri. Nggak usah ditemani juga nggak apa-apa, itu lebih baik," pungkasnya.
Baca Juga: Waduh, Cuaca Panas Berdampak Pada Kesehatan Ibu Hamil dan Janin?
5. Manfaatkan fasilitas telemedicine
Saat ini, hampir semua rumah sakit sudah memiliki layanan telemedicine. Sehingga jika ada pasien yang memiliki punya keluhan ringan, seperti sulit BAB selama seminggu dan lainnya, hal ini bisa dikonsultasikan melalui telemedicine. Sehingga pasien dan dokter tidak perlu ketemu tatap muka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak