Suara.com - Biasanya setelah melahirkan, para ibu perlu banyak beristirahat, bahkan ada yang harus melakukan bed rest. Namun tidak dengan ibu tiga anak satu ini yang langsung olahraga setelah melahirkan.
Dilansir dari The Sun, Helene Vabo Thorsen dari Oslo, Norwegia, kembali berolahraga hanya satu hari setelah melahirkan putrinya Ella. "Dia lahir pada hari Kamis, kami pulang pada hari Jumat dan malam itu saya melakukan beberapa latihan di ruang tamu saya," katanya. "Saya kembali ke gym pada hari Senin."
Sehingga kini ia adalah ibu dari Milla, 12, Markus, 9, dan Ella yang berusia 10 bulan. Selain membesarkan ketiga anaknya, Helene juga bekerja sebagai pelatih pribadi dan petugas pemadam kebakaran.
Olahraga sudah menjadi bagian hidupnya. Dia memiliki hasrat untuk kebugaran sejak dia baru berusia 16 tahun dan menghabiskan banyak waktu di gym setelah jatuh cinta pada latihan kekuatan.
"Ketika saya berusia 18 tahun, saya mulai bekerja sebagai instruktur di gym lokal saya. Kemudian saya masuk sekolah ilmu olahraga Norwegia," ujar Helene.
Sejak tahun 2012 ia sudah membuat akun Instagram dan hingga sekarang secara teratur memposting video inspirasi olahraga. Saat berolahraga, Helena sering membawa anak-anaknya.
"Hal terbaik adalah saya selalu bisa berolahraga dan tidak pernah ada alasan. Dan tentu saja, anak-anak saya akan belajar bahwa olahraga adalah gaya hidup," tambahnya.
Selama masa kehamilannya, ibu berusia 33 tahun ini terus berolahraga secara teratur.
Sang ibu mempertahankan latihan rutin selama semua kehamilannya dari sirkuit 25 menit dengan ayunan kettlebell, burpe, stepa, dan squat udara.
Baca Juga: Belajar dari Ricky Yacobi, Ini Cara Cegah Serangan Jantung saat Olahraga
Mengaku merasa tubuhnya sakit jika tidak melakukan apa- apa, ia tidak membuang waktu dan langsung kembali berolahraga hanya satu hari setelah melahirkan anak bungsunya itu.
Namun, bagi wanita lain yang mulai kembali olahraga setelah melahirkan, dia merekomendasikan untuk memulai dari yang sederhana.
"Lebih baik memulai dari yang kecil dan lebih awal daripada menunggu dan menjadi besar. Mulailah dengan latihan inti/panggul kecil dan tingkatkan perlahan,"
Adapun latihan favoritnya yang harus dilakukan dengan anak-anak, dia menyukai pelatihan sirkuit yang meliputi lari 400m, mendayung, membalikkan badan, dan push-up.
"Dua anak tertua saya juga senang mengendarai sepeda mereka bersama saya saat saya melakukan sesi lari dengan Ella di kereta dorongnya," ungkapnya.
Helene berolahraga setidaknya selama satu jam sehari dan mempertahankan pola makan sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma