Suara.com - Dalam beberapa tahun belakangan, penggunaan vape atau rokok elektrik marak digunakan di masyarakat. Ada yang menggunakannya untuk coba-coba, sementara yang lain menghisap vape sebagai alternatif pengganti rokok.
Pertanyaannya, seberapa amankah penggunaan vape sebagai pengganti rokok? Selama ini berbagai studi dan literatur telah membahas perihal dampak kesehatan vape sebagai pengganti rokok.
Kini sebuah studi terbaru yang dilakukan Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia YPKP Indonesia bersama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) secara independen menginisiasi penelitian untuk membuktikan profil risiko dari salah satu produk tembakau alternatif yaitu rokok elektrik.
Dalam pemaparan yang dilakukan oleh Pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Prof. Dr. Achmad Syawqie Yazid, riset berjudul, "Studi Potensi Genotoksik Perhitungan Frekuensi Mikronokleus pada Apusan Sel Mukosa Bukal," ia menjelaskan bahwa pengguna vape memiliki jumlah sel mermikronuklei yang signifikan lebih rendah dibandingkan dengan perokok.
"Bahkan, lebih rendah dari non-perokok dan tidak pernah memakai vape," kata dia dalam pertemuan media daring, Jumat, (27/11/2020).
Syawqie juga memaparkan bahwa efek genotoksik terhadap sek mukosa bukal vape lebih rendah dibandingkan rokok. Ia menegaskan, bahwa temuan tadi menjadi penting karena mikronuklei berhubungan dengan inisiasi dengan proses perkembangan keganasan pada perokok.
"Dengan begitu sebetulnya vape layak dipakai sebagai pengganti rokok bagi mereka yang ingin berhenti merokok," kata Syawqie menegaskan.
Meski demikian, ia tidak menganjurkan penggunaan vape bagi para non perokok, remaja, terlebih anak-anak. Lebih jauh, ia mengatakan, bahwa diperlukan penelitian dampak jangka panjang terhadap kesehatan, sebelum vape dapat dikatakan sebagai produk yang sepenuhnya aman.
“Kami secara terbuka mengajak para pemangku kepentingan utama, seperti Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan juga Kementerian Kesehatan serta pelaku industri untuk dapat melakukan kajian yang lebih mendalam di dalam negeri,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Didesak Hentikan Eksploitasi Anak di Industri Rokok
Lebih jauh, Syawqie mengatakan bahwa dukungan pemerintah sangat diperlukan oleh para peneliti Indonesia untuk melakukan kajian secara independen terhadap produk yang termasuk kedalam konsep pengurangan bahaya ini.
Dengan begitu semakin banyak pula rujukan dalam menerbitkan peraturan yang khusus mengatur produk tembakau alternatif dengan mengadopsi pendekatan pengurangan bahaya tembakau,” tutup Syawqie.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi