Suara.com - Vagina kendur umum dialami perempuan pascamelahirkan secara normal. Terlebih, jika bayi lahir dengan bobot di atas rata-rata, atau lebih dari 4 kilogram.
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi, Konsultan Uroginekologi Rekonstruksi, dr Fernandi Moegni, Sp. OG(K), tak memungkiri bahwa vagina kendur tergantung bayinya besar atau tidak.
“Jadi memang secara logika kalau ibu hamil melahirkan bayi besar 4 kg, vagina itu akan distrack, tapi kalau besarnya cukup-cukup maksimal 3 kilo aja ya tidak terlalu berpengaruh,” ujar Fernandi dalam pernyataannya secara virtual, Senin (30/1/2020).
Kendati begitu, sebaiknya hal ini menjadi perhatian para ibu. Ini bisa diperiksakan paling tidak setelah tiga bulan melahirkan atau enam bulan, apakah vagina benar-benar kendur atau tidak. Makanya ibu-ibu disarankan untuk latihan kegel dan terapi lainnya untuk melatih dan memperkuat otot vagina.
“Paling umum latihan mengontraksikan otot bawah atau latihan kegel, sampai sekarang masih efektif. Biasanya para fisioterapi sanggup mengajarkan dengan tepat supaya kita tidak salah dalam mengerutkan otot vagina,” jelasnya.
Dia mengingatkan, latihan kegel untuk mengencangkan kembali otot bawah membutuhkan komitmen yang panjang dan harus dilakukan rutin agar membuahkan hasil. Menurutnya, latihan paling tidak harus dilakukan selama tiga bulan.
Selain itu, otot vagina dikatakan kendur hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan ke dokter. Tetapi untuk memastikan apakah latihan kegel telah berjalan efektif, ia membagikan cara paling sederhana untuk mengetahuinya.
“Kalau paling simpel bisa dilakukan sendiri. tapi harus cukup berani. Setelah cuci tangan, coba dimasukan sedikit jari ke vagina. Lalu coba kerutkan otot vagina, kalau jari merasa terjepit, artinya sudah benar. Itu cara paling mudah dan sederhana,” bebernya.
Dia juga menerangkan dampak dari otot vagina yang mengendur biasanya baru akan terasa sekitar 5-10 tahun pascamelahirkan. Gejala utama yang dirasakan adalah rasa tidak nyaman saat bersin atau batuk, dan bisa mengakibatkan urin sedikit keluar.
Baca Juga: Pernah Alami 'Kentut Vagina' saat Berhubungan Seks? Ini Normal Kok!
“Semua bisa balik ke normal, tapi itu hati-hati kalau bayinya besar. Saat itu mungkin gak ada keluhan, tapi di masa mendatang ada beberapa masalah, jadi kalau batuk, bersin, dan ketawa nanti bisa keluar air urine,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS