Suara.com - Ibunda Ririn Ekawati, Samsidar Zaid Moga meninggal dunia di usia 62 tahun karena positif virus corona Covid-19 pada Rabu (2/12/2020). Ririn mengatakan ibunda menghembuskan napas terakhir setelah dirawat selama 3 hari.
Calon istri Ibnu Jamil itu juga bercerita ibunya baru saja tiba dari Palu, Sulawesi Tengah dalam kondisi tidak sehat beberapa hari lalu. Ibunda yang mengalami demam langsung diperiksa dokter dan dinyatakan positif Covid-19.
"Sampai di Jakarta, satu malam demam, akunya agak khawatir dan cek ke dokter ternyata ada Covid-19," ujar Ririn Ekawati ketika ditemui di rumahnya kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Setelah dinyatakan positif Covid-19, ibu Ririn Ekawati menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit. Ririn pun hanya bisa menemani dan melihat kondisi ibunya melalui video call hingga meninggal dunia.
Virus corona Covid-19 ini tidak hanya menyerang orang tua atau lansia seperti ibunda Ririn, tetapi semua orang termasuk anak-anak dan dewasa muda yang masih sehat.
Karena itu, kita perlu mengingat kembali faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko kematian pasien virus corona. Berdasarkan penelitian di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine dilansir dari The Sun, faktor risiko kematian pasien virus corona antara lain:
1. Jenis kelamin
Virus corona menjadi ancaman khusus bagi pria, daripada wanita. Para peneliti menemukan 72,9 persen pasien virus corona yang meninggal berjenis kelamin pria.
Pria dianggap lebih rentan meninggal akibat Covid-19 karena dipengaruhi faktor biologis dan gaya hidupnya. Contohnya, lebih banyak pria yang kebiasaan merokok daripada wanita.
Baca Juga: Ahli Virologi Jerman: Virus Corona Penyebab Pandemi Berasal dari Italia
2. Usia
Para ahli telah menegaskan bahwa semua orang dari segala usia bisa terinfeksi virus corona. Tapi, orang lanjut usia atau lansia yang di atas 60 tahun lebih berisiko mengalami infeksi parah.
Rata-rata orang yang meninggal akibat virus corona berusia 60 tahun ke atas. Karena, mereka memiliki kekebalan tubuh yang sudah melemah seiring bertambahnya usia.
3. Riwayat penyakit
Penelitian juga menemukan sebagian besar pasien virus corona Covid-19 yang meninggal dunia memiliki riwayat penyakit kronis, seperti jantung atau diabetes.
Risiko kematian pasien Covid-19 yang memiliki masalah kesehatan jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes pun mencapai 80 persen lebih tinggi.
4. Berat badan
Orang kelebihan berat badan atau obesitas salah satu yang berpotensi meninggal akibat virus corona Covid-19 parah. Karena, obesitas bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga sulit melawan virus corona.
NHS mengatakan orang dengan BMI 40 atau lebih berisiko tinggi mengalami komplikasi akibat virus corona Covid-19 dan meninggal dunia.
5. Sel darah putih rendah
Tim peneliti menemukan bahwa 81,2 persen orang meninggal karena virus corona akibat jumlah eosinofil rendah. Eosinofil adalah sel darah putih yang termasuk sel kekebalan khusus untuk membantu melawan infeksi dalam tubuh.
Berita Terkait
-
Raisa Hingga Marshanda, Deretan Artis yang Kehilangan Orang Tua Tahun Ini
-
Ibnu Jamil Soal Pemecatan Kluivert: Mahal Banget, Nama Besar Bukan Jaminan!
-
Ibnu Jamil dan Mamat Alkatiri Kunci Sportainment AXIS Nation Cup 2025
-
Ibnu Jamil Gelorakan Semangat Timnas Indonesia Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Demo Rusuh Dekat Rumah, Ririn Ekawati Sempat Cemas Saat Terbang ke Sydney
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga