Suara.com - Produsen obat asal Swiss Roche Holding AG mengumumkan kemitraan barunya dengan Moderna Inc untuk memanfaatkan tes antibodi Elecsys Anti-SARS-CoV-2 dalam penelitian uji coba vaksin mRNA-1273 dari Moderna.
CEO Roche Diagnostics, Thomas Schinecker, mengatakan kerjasama penelitian ini mengukur antibodi SARS-CoV-2 dan membantu membangun korelasi antara perlindungan yang diinduksi vaksin dan tingkat domain pengikat reseptor (anti-receptor binding domain/RBD) antibodi.
"Roche menghargai kolaborasi dengan Moderna, yang dimulai dengan keberhasilan penggunaan tes Elecsys Anti-SARS-CoV-2,” ujar Schinecker dalam pernyataannya melalui siaran tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (11/12/2020).
Dia juga mengaku tak menyangka produk yang dimilikinya dapat digunakan sebagai bagian dari uji coba vaksin Moderna, yang diharapkan bisa membantu mengakhiri pandemi.
Lebih lanjut, menurutnya, ini akan membantu Moderna untuk mendapatkan pengetahuan berharga tentang korelasi antara perlindungan dari vaksinasi dan tingkat antibodi.
Hal ini dapat berperan dalam menilai kapan seseorang membutuhkan vaksinasi ulang, atau membantu menjawab pertanyaan lain yang relevan secara klinis.
"Ini bermanfaat untuk mengetahui tingkat antibodi awal seseorang, sebelum diberikan vaksinasi, untuk mengevaluasi setiap perubahan tingkat antibodi yang disebabkan vaksin. Mengukur tingkat antibody juga dapat berperan untuk menetapkan kemanjuran vaksin dalam pencegahan infeksi atau pengembangan Covid-19 yang parah," kata Schinecker.
Roche sebagai perusahaan perawatan kesehatan terkemuka, berkomitmen untuk mendukung negara-negara dalam pembuatan vaksin guna meminimalkan dampak Covid-19, dengan mengembangkan solusi diagnostik yang membantu mendeteksi dan mendiagnosis infeksi pada pasien.
"Kami juga menyediakan dukungan digital untuk sistem perawatan kesehatan, dan kami terus mengidentifikasi, mengembangkan, dan mendukung terapi potensial yang dapat berperan dalam mengobati penyakit dari infeksi Covid-19," tegasnya.
Baca Juga: Australia Hentikan Pengembangan Vaksin Covid-19 Tiba-tiba, Ada Apa?
Dia menerangkan bahwa dampak Covid-19 sangat berbahaya bagi mereka yang tertular, itulah sebabnya Roche bersedia untuk bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan, laboratorium, otoritas, dan organisasi untuk membantu memastikan pasien sembuh.
"Mereka (pasien) membutuhkan segalanya selama masa yang menantang ini. Sembari belajar dari pandemi, kami akan terus bermitra dengan pemerintah dan pihak lain untuk membuat perawatan kesehatan lebih kuat dan berkelanjutan di masa depan," tuturnya.
Seperti diketahui, berdasarkan data uji klinis tahap akhir, vaksin Moderna memiliki efektivitas mencapai 94,1 persen melawan infeksi Covid-19 dan manjur 100 persen mencegah penyakit parah karena Covid-19.
LIUTFHI
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS