Suara.com - Perayaan Natal mungkin terasa kurang lengkap tanpa mengikutsertakan kehadiran Sinterklas. Bercerita mengenai Sinterklas membagi-bagikan hadiah saat malam Natal, seringkali dilakukan para orangtua kepada anak-anaknya.
Namun, Psikolog anak mengingatkan, orangtua harus memberikan penjelasan bahwa Sinterklas hanya tokoh fiktif saat usia anak sudah lebih besar.
Psikolog anak Dr Amanda Gummer dari Good Play Guide Dr Gummer mengatakan waktu yang tepat untuk memberi tahu tentang kebenaran Sinterklas adalah saat anak kelas 6 SD atau sekitar usia 10 atau 11 tahun.
"Banyak orangtua merasa bahwa menyekolahkan anak ke sekolah menengah, yang masih percaya dapat menyebabkan perundungan, jadi Natal tahun ke-enam adalah saat yang tepat jika mereka masih percaya (sinterklas)," kata Gummer dikutip dari Mirror.
Ia juga memperingatkan tentang bahaya terus menerus berbohong kepada anak-anak tentang Sinterklas.
"Penting agar anak-anak mempercayai orangtua dan mempercayai apa yang dikatakan kepada mereka. Jadi jika Anda menyimpan mitos terlalu lama, ada bahaya bahwa akan merusak kredibilitas Anda dengan mereka yang dapat merusak hubungan Anda saat mereka tumbuh dewasa," jelasnya.
Jika berencana menjelaskan yang sebenarnya kepada anak-anak, Gummer mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan menunggu sampai anak bertanya kemudian menanyakan pendapatnya.
"Lebih mudah untuk mengonfirmasi kecurigaan yang sudah mereka miliki daripada menyampaikan berita kepada mereka secara tiba-tiba," katanya.
Tetapi pastikan untuk memberi tahu mereka bahwa pesan-pesan Natal, seperti kebaikan dan kepedulian, semuanya masih berlaku.
Baca Juga: 4 Tips Parenting untuk Menjaga Kesehatan Mental dan Tumbuh Kembang Anak
"Coba jelaskan bahwa anak kecil perlu mempelajari pelajaran tentang menjadi baik hati dan Sinterklas adalah cara membantu mereka mempelajari pelajaran tersebut dengan cara yang menyenangkan," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien