Suara.com - Data penelitian menunjukkan jika 15 hingga 25 persen pasien diabetes mengalami ulkus kaki yang bisa meningkatkan risiko tindakan amputasi kaki. Ulkus kaki adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya luka yang disertai keluarnya cairan berbau dan tidak sedap dari kaki, dan ini salah satu komplikasi diabetes yang berbahaya.
Itu sebabnya, wajib bagi penderita diabetes untuk memperhatikan perawatan kaki agar ulkus kaki tidak terjadi. Ini dia 5 perawatan kaki diabetes yang bisa dilakukan, mengutip Boldsky, Selasa (15/12/2020).
1. Gunakan kaus kaki bersih
Berjalan tanpa alas kaki, meskipun di dalam rumah, bisa meningkatkan risiko ulkus kaki. Sehingga penting melindungi kaki Anda dari risiko terluka dengan menggunakan kaus kaki.
Pastikan Anda menggunakan kaus kaki kering dan bersih, dan jangan pakai kaus kaki yang sama berulang-ulang. Pastikan kaus kaki lembut dan jika memungkinkan, gunakan kaus kaki khusus untuk penderita diabetes.
2. Bijak memilih sepatu
Pastikan Anda menggunakan sepatu yang nyaman dan tidak menyebabkan kapalan atau lecet pada kaki. Jangan sekali-sekali menggunakan sepatu yang kekecilan, karena meningkatkan risiko terluka dan lecet karena tidak ada sirkulasi udara yang mengalir.
Milikilah dua pasang sepatu sebagai alternatif sehari-hari, dan pastikan juga di dalam sepatu tidak ada batu dan kerikil atau partikel kotoran yang bisa menyebabkan goresan atau luka.
3. Hindari penggunaan bantal pemanas kaki
Menggunakan bantalan pemanas kaki memang sangat membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak, tapi terapi panas ini bisa menyebabkan kaki mati rasa, dan membuat penderita diabetes tidak bisa mendeteksi rasa sakit saat terjadi cedera.
4. Periksa kaki dari dekat
Sebelum tidur, ada baiknya Anda meneliti secara seksama dan mencari luka, lecet, bengkak atau masalah kaki lainnya yang mungkin bisa memburuk lalu menyebabkan komplikasi.
Segeralah berkonsultasi dengan ahli medis jika Anda melihat luka, meski luka masih kecil dan belum membesar sekalipun.
Baca Juga: Bantu Produksi Insulin, 6 Pose Yoga Ini Wajib Dilakukan Penderita Diabetes
5. Pijat kaki
Diebetes bisa menghambat sirkulasi udara di kaki. Kadar gula dalam darah juga bisa membuat kaki kaku dan mengurangi keelastisan, sehingga lebih sulit bergerak.
Pijat kaki akan membantu kembali merangsang keseimbangan dan membuat kaki lebih rileks, sehingga rasa sakit bisa lebih terasa, namun risiko ulkus kaki justru lebih menurun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker