Suara.com - Lebih dari 9 bulan sudah masyarakat Indonesia beradaptasi dengan pandemi dan diminta untuk lebih banyak berada di rumah. Kondisi ini tentu membuat banyak orang merasa stres, baik orang dewasa maupun anak. Dan bermain bersama anak, disebut-sebut bisa jadi salah satu cara meredakan stres.
Orangtua dituntut memutar otak untuk bermain bersama anak selama pandemi, dengan menjalani berbagai macam kegiatan di dalam rumah.
“Orangtua perlu menoleransi beberapa hal dalam batas-batas tertentu, namun tetap dalam pengawasan dari orangtua,” ujar psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi, dalam pernyataannya secara virtual, Kamis (17/12/2020).
Jika bingung mengenai kegiatan bermain seperti apa yang sebaiknya dilakukan oleh anak, maka inilah saatnya orangtua untuk mengajak anaknya berdiskusi. Masa pandemi ini seharuskan menjadi momentum bagi orangtua untuk mendengarkan keluhan anaknya.
“Sebenarnya, masa perkembangan psikis anak itu titik pusatnya bukan orangtua. Jadi, menjaga kesehatan mental remaja di masa pandemi seperti ini kuncinya adalah memberikan fasilitas untuk mereka,” jelas dia.
Selain itu, bermain bersama anak juga memberi manfaat banyak bagi tumbuh kembang anak. Salah satunya meningkatkan kemampuan coping untuk menghadapi dan mengatasi tantangan atau masalah dengan baik dan tenang.
“Bermain memberi banyak manfaat, seperti memperkaya wawasan tentang solusi masalah, meningkatkan rasa keberhasilan, mengasah koordinasi motorik, dan mengasah kemampuan sosial,” kata dia.
Anna juga menambahkan bahwa ada tiga konsep penting seputar dunia bermain anak. Pertama adalah ‘mainan’, yaitu alat yang digunakan. Ini bisa merupakan hasil karya anak. Lalu ‘permainan’, yaitu aktivitas yang diciptakan. Ini bisa membutuhkan mainan ataupun tanpa mainan.
Terakhir adalah ‘bermain’, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan dan memberikan banyak manfaat bagi anak. Dalam hal ini, orangtua juga bisa terlibat. Misal membantu anak untuk menciptakan mainan, mengusulkan permainan yang akan dilakukan, dan bermain bersama anak.
Baca Juga: Psikolog: Anak Belajar Banyak Lewat Bermain
“Yang betul-betul memberikan manfaat buat anak bukanlah mainan atau permainan. Namun proses bermain yang dilakukan anak. Dengan demikian, anak bisa mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?