Suara.com - Batu ginjal kerap terjadi karena adanya endapan keras menyerupai batu yang berasal dari mineral di dalam ginjal. Bagi orang yang mengalami penyakit ini, biasanya akan merasakan nyeri pinggang dan saat buang air kecil yang tak tertahankan, Untuk menghindari penyakit batu ginjal, tentu saja Anda perlu menghindari makanan-makanan yang memicu terbentuknya batu ginjal, yaitu makanan yang mengandung oksalat.
Oksalat merupakan senyawa nabati yang ditemukan di banyak jenis buah, sayuran, produk susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Tidak seperti protein, vitamin, ataupun mineral, oksalat tidak terlalu dibutuhkan oleh tubuh karena dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.
Lalu, makanan apa saja yang memiliki kandungan oksalat rendah dan baik dikonsumsi untuk mencegah penyakit batu ginjal? Dilansir dari Boldsky, Jumat (18/12/2020), ini dia makanan rendah oksalat yang bisa jadi pilihan.
1. Apel
Apel mengandung lebih sedikit oksalat. Peneliti mengatakan bahwa mengonsumsi apel sehari sangat membantu dalam mencegah risiko batu ginjal. Anda dapat menambahkan beberapa irisan apel ke dalam salad buah atau mengonsumsinya dengan segelas susu.
2. Anggur
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa anggur dapat membantu mengurangi pembentukan batu kalsium oksalat hingga 50 persen. Ini karena selain rendah oksalat, anggur kaya akan polifenol, sejenis antioksidan yang dapat membantu mencegah pembentukan kristal oksalat dan mengurangi risiko nefrolitiasis atau batu ginjal.
3. Lemon
Lemon termasuk buah yang rendah oksalat, dan mengonsumsi jusnya dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Selain itu, lemon kaya akan kalium dan asam sitrat yang cenderung meningkatkan volume urin dan mengeluarkan oksalat dari ginjal.
4. Pisang
Menurut sebuah penelitian, vitamin B6 membantu mengurangi pembentukan oksalat di kandung kemih. Pisang adalah sumber yang kaya vitamin B6, dan mengonsumsinya dapat membantu mengurangi konsentrasi oksalat urin.
5. Pepaya
Sebuah penelitian menyebutkan potensi anti urolitik pepaya dalam pengobatan tradisional untuk pengobatan batu saluran kemih. Pepaya dikenal luas dapat mengurangi risiko pembentukan batu ginjal dan dianggap baik untuk kesehatan ginjal.
6. Semangka
Semangka adalah buah rendah oksalat yang memiliki kandungan kalium tinggi. Hal ini menjadikan buah ini dapat membantu mengatur kadar asam dalam urin. Kalium bertindak sebagai pelarut alami batu ginjal, sehingga dapat mencegah pembentukannya.
Baca Juga: Ada Batu Ginjal Berbentuk Tanduk Rusa, Bagaimana Gejala dan Mencegahnya?
7. Plum
Plum merupakan buah rendah oksalat yang dapat mencegah risiko pembentukan batu di ginjal. Jus plum dianggap yang terbaik untuk kesehatan ginjal. Selain itu, konsumsilah plum dalam jumlah sedang (plum kering) karena mengandung sedikit lebih banyak oksalat daripada plum segar.
8. Lobak
Lobak mentah hijau ramah bagi ginjal karena rendah kandungan oksalat. Juga, mereka tinggi kalium, vitamin C dan serat yang berkontribusi pada kesehatan ginjal dengan meningkatkan volume urin.
9. Pok Choy
Pok choy atau yang juga dikenal sebagai kubis Cina merupakan sayuran rendah oksalat dan tinggi kalsium. Selain enak rasanya dan bisa ditambahkan ke berbagai makanan, pok choy dapat membantu mencegah batu ginjal dengan mengurangi penyerapan asam oksalat di usus.
10. Mentimun
Mentimun bertindak sebagai pelarut alami dan membantu melarutkan kristal oksalat kecil. Ini membantu ginjal dalam membuang asam urat ekstra dari tubuh, yang dapat mengkristal dan membentuk batu ginjal. Pastikan makan mentimun tanpa menambahkan garam karena dapat menimbulkan efek yang merugikan.
11. Bawang
Bawang bombay yang dicincang mentah dapat menjadi bagian dari diet rendah oksalat dan dapat mengurangi risiko batu ginjal secara maksimal. Sertakan setiap hari dalam makanan Anda dengan menambahkannya ke dalam kari atau sup. Anda bahkan bisa mengonsumsinya dalam keadaan mentah.
12. Zucchini
Zucchini membantu mencegah pembentukan batu ginjal dengan membantu meningkatkan kandungan air dalam tubuh, yang selanjutnya membantu mengeluarkan kristal oksalat dari ginjal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026