Suara.com - Meski katanya minum teh itu menyehatkan, namun ada efek samping yang ditimbulkannya jika Anda kebanyakan minum teh setiap hari.
Teh sering dikonsumsi saat sarapan di pagi hari, atau sebagai minuman selingan saat beristirahat dari aktivitas yang padat. Teh juga bisa menggantikan kopi untuk mereka yang sensitif terhadap kandungan kafein di minuman kopi.
Teh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Ketika dikonsumsi dengan tepat, akan ada banyak efek positif yang bisa Anda dapat dari minum teh. Tetapi ada beberapa kekurangan jika Anda minum teh setiap hari. Ini dia dampaknya, seperti dilansir dari Healthline, Sabtu (26/12/2020).
1. Mengurangi penyerapan zat besi
Teh mengandung tanin. Tanin dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu, membuat Anda kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi banyak dialami oleh penduduk dunia, dan asupan teh yang berlebihan dapat memperburuk kondisi Anda.
Penelitian menunjukkan bahwa tanin pada teh lebih cenderung menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati daripada zat besi dari makanan hewani. Jadi, jika Anda mengikuti pola makan vegan atau vegetarian yang ketat, Anda mungkin harus memberi perhatian ekstra pada seberapa banyak teh yang Anda konsumsi.
Jumlah pasti tanin dalam teh bisa sangat bervariasi tergantung pada jenis dan cara pembuatannya. Meskipun demikian, membatasi asupan hingga 3 cangkir atau kurang (710 ml) per hari, bisa jadi cara yang aman bagi kebanyakan orang.
Jika Anda memiliki kadar zat besi rendah di dalam tubuh tetapi masih menikmati minum teh, pertimbangkan untuk meminumnya di antara waktu makan sebagai tindakan pencegahan ekstra. Dengan begitu, kecil keumungkinan teh akan menghambat penyerapan zat besi dari makanan yang Anda santap.
2. Meningkatnya kecemasan, stres, dan kegelisahan
Daun teh secara alami mengandung kafein. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dari teh, atau sumber lain, dapat menyebabkan perasaan cemas, stres, dan gelisah. Secangkir teh (240 ml) rata-rata mengandung sekitar 11-61 mg kafein, tergantung pada varietas dan metode pembuatannya. Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein daripada teh hijau dan putih, dan semakin lama Anda menyeduh teh, semakin tinggi kandungan kafeinnya.
Penelitian menunjukkan bahwa dosis kafein di bawah 200 mg per hari tidak mungkin menyebabkan kecemasan yang signifikan pada kebanyakan orang. Namun, beberapa orang lebih sensitif terhadap efek kafein daripada yang lain, sehingga perlu membatasi asupannya lebih lanjut.
Baca Juga: 8 Manfaat Minum Teh Hijau Sebelum Tidur
Jika Anda menyadari kebiasaan minum teh membuat Anda merasa gelisah atau gugup, itu bisa menjadi tanda Anda sudah minum terlalu banyak dan mungkin harus menguranginya untuk mengurangi gejala.
Anda juga dapat mempertimbangkan untuk memilih teh herbal bebas kafein. Teh herbal tidak dianggap sebagai teh asli karena tidak berasal dari tanaman Camellia sinensis. Sebaliknya, mereka dibuat dari berbagai bahan bebas kafein, seperti bunga, jamu, dan buah.
3. Tidur yang buruk
Karena teh secara alami mengandung kafein, asupan yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur Anda. Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak Anda bahwa sudah waktunya untuk tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin, yang mengakibatkan kualitas tidur yang buruk.
Tidur yang tidak memadai dikaitkan dengan berbagai masalah mental, termasuk kelelahan, gangguan memori, dan berkurangnya rentang perhatian. Terlebih lagi, kurang tidur kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan kontrol gula darah yang buruk.
Orang-orang memetabolisme kafein pada tingkat yang berbeda, dan sulit untuk memprediksi dengan tepat bagaimana pengaruhnya terhadap pola tidur pada semua orang.
Beberapa penelitian menemukan bahwa hanya 200 mg kafein yang dikonsumsi 6 jam atau lebih sebelum tidur dapat berdampak negatif pada kualitas tidur, sedangkan penelitian lain tidak menemukan efek yang signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata