Suara.com - Proses vaksinasi Covid-19 sedang berjalan di beberapa negara, termasuk Indonesia yang disebut-sebut akan memulai proses vaksinasi pada kelompok usia 18 hingga 59 tahun di akhir Januari 2020. Lalu muncul pertanyaan, apakah orang yang sudah sembuh dari Covid-19 atau penyintas Covid-19 masih perlu disuntik vaksin Covid-19?
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. dr. Zubairi Djoerban Sp.PD mengatakan penyintas Covid-19 tetap perlu mendapat suntikan vaksin. Hal ini sebagaimana pendapat yang dikemukakan para ahli.
"Begini. Para ahli, yang saya tahu, meyakini bahwa penyintas Covid-19 itu masih perlu divaksin. Pasalnya perlindungan vaksin bisa jadi lebih tahan lama ketimbang perlindungan yang didapat dari infeksi alami," ujar Prof. Zubairi melalui cuitannya di Twitter @ProfesorZubairi, yang dikutip suara.com, Sabtu (2/1/2021).
Profesor spesialis penyakit dalam itu menambahkan berdasarkan pernyataan dan standar vaksinasi yang dibuat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyintas Covid-19 tetap perlu mendapatkan vaksin agar mendapat perlindungan yang maksimal, karena antibodi Covid-19 yang terbentuk alami waktunya terbatas.
"Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat punya standar mengenai ini. Mereka menyatakan jika penyintas Covid-19 itu memang akan punya antibodi. Tapi, sebagian besar antibodi ini akan bertahan kira-kira 90 hari," tuturnya.
"Sehingga, yang baru saja terinfeksi dan sembuh, bisa saja menunda vaksinasinya hingga 90 hari - sampai antibodi itu sudah hilang. Namun, CDC Amerika tetap menganjurkan penyintas Covid-19 untuk vaksinasi dan tidak perlu melakukan tes antibodi terlebih dahulu," lanjutnya.
"Poin pentingnya, vaksin Covid-19 tetap dibutuhkan untuk membentuk antibodi dalam jangka waktu lebih lama. Kita bisa belajar dari virus flu yang bisa membentuk antibodi beberapa bulan saja atau satu tahun, dan vaksinnya harus diulang tiap tahun," tutupnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia membutuhkan 426 juta dosis vaksin Covid-19 agar bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok di kategori usia 18 hingga 59 tahun.
Namun dosis itu tidak termasuk untuk mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil, dan yang sudah sembuh (penyintas) Covid-19.
Baca Juga: Sangat Rentan Terinfeksi, Ratusan Musang Mendapat Vaksin Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya