Suara.com - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum satu gelas kecil wine atau anggur sehari dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.
Studi ini dilakukan oleh European Society of Cardiology. Mereka menganalisis data dari 108 ribu orang di Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark, dan Italia dari 1982 hingga 2010.
Dari hasil analisis, peneliti menemukan orang yang meminum 12 gram etanol, atau setara dengan satu gelas kecil anggur atau bir, mengalami peningkatan risiko fibrilasi atrium sebanyak 16%.
Risiko tersebut bertahan selama 14 tahun ke depan, lapor Insider. Angka tersebut meningkat dengan semakin banyaknya kuantitas alkohol yang dikonsumsi. Sebab,
mereka yang meminum dua gelas sehari memiliki peningkatan risiko 28%. Sementara mereka yang minum lebih dari empat gelas sehari naik menjadi 47%.
Sedangkan minum lebih dari empat gelas sehari dikaitkan dengan peningkatkan risiko gagal jantung.
Fibrilasi atrium (AF) merupakan gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung tidak beraturan dan cepat.
Penderita gangguan ini dapat mengalami gejala lemas, jantung berdebar, serta sesak napas.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung. American Heart Association mencatat 15% hingga 20% stroke disebabkan oleh AF.
Baca Juga: Bolehkah Minum Alkohol Sehari sebelum dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?
Peneliti berpendapat studi tentang efek alkohol pada AF ini adalah yang terbesar selama ini, meski temuan 'menantang' gagasan manfaat minum anggur satu gelas sehari yang sudah dipercayai puluhan tahun.
Penulis utama, Renate Schnabel, ahli jantung di Pusat Jantung dan Vaskular Universitas di Hamburg-Eppendorf, Jerman, mengakui bahwa temuannya ini menentang Paradoks Prancis.
"Temuan ini penting karena konsumsi alkohol secara teratur, 'satu gelas anggur sehari untuk melindungi jantung', seperti yang sering dibicarakan mungkin tidak lagi disarankan tanpa menyeimbangkan risiko dan kemungkinan manfaat untuk semua penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk fibrilasi atrium," tandas Schnabel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat