Suara.com - Anak adalah anugerah Tuhan kepada setiap orang tua. Biasanya, tahapan tumbuh kembang anak akan selalu dinantikan oleh setiap orang tua.
Perkembangan tersebut dapat telihat sejak anak dilahirkan sampai ia tumbuh dewasa. Pertumbuhan anak dari setiap waktu berbeda. Selalu ada hal baru yang berkembang dalam dirinya.
Berikut terdapat lima tahap perkembangan anak dari ia dilahirkan sampai memasuki usia sekolah, dikutip dari WebMD.
1. Baru dilahirkan
Tahap pertama yaitu saat bayi baru dilahirkan. Tahap ini bayu menunjukkan respons terhadap rangsangan dari luar.
Biasanya ia baru akan menoleh kearah tangan yang menyentuh dirinya. Jarak pandangnya juga cukup jauh, dan hanya mengenali bau-bau tertentu.
Selain itu, pada tahap ini ia hanya bisa tersenyum atau menangis untuk menunjukkan apa yang dibutuhkannya.
2. Bayi 1 - 12 bulan
Pada tahap ini terbagi menjadi empat bagian. Setiap bagian memiliki perkembangan yang berbeda-beda.
Baca Juga: Balita Diberi Campuran Telur Mentah dan Susu, Ibu Ini Diprotes Warganet
Empat bagian tersebut antara lain:
1 – 3 bulan
Biasanya selama sembilan bulan ia berada di dalam kandungan. Pada bagian ini, tubuh dan otak bayi mengalami masa untuk hidup di dunia nyata. Bayi akan belajar tersenyum, tetapi hanya untuk dirinya sendiri. Namun, setelah tiga bulan biasanya itu diartikan sebagai reaksi senyuman orang lain.
Selain itu, pada bagian ini ia juga mulai belajar mengangkat kepada dan dada. Ia juga akan mulai membuka tutup telapak tangan serta memasukinya ke mulut mereka.
4 – 6 bulan
Pada bagian ini mereka mulai berguling ke depan, belakang, atau ke samping. Selain itu, ia juga mulai mengeluarkan suara seperti yang didengarnya. Pada bagian ini ia juga mulai tertawa dan meraih benda yang ada di hadapannya.
Berita Terkait
-
Winter Festival JEYC Jadi Ruang Belajar Holistik bagi Tumbuh Kembang Anak
-
Dapur Jadi Ruang Kelas: Cara Efektif Ajarkan Gizi pada Anak Melalui Memasak
-
Panduan Nutrisi Anak: 7 Makanan Super yang Wajib Ada di Menu Harian
-
Teknologi Jadi Kunci: Ini Pendekatan Baru Cegah Stunting dan Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
-
Cara Efektif Mencegah Stunting dan Wasting Lewat Nutrisi yang Tepat untuk Si Kecil
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan