Suara.com - Varian baru virus corona semakin banyak ditemukan dalam wabah California, Amerika Serikat. Salah satu kasusnya terjadi di San Jose, yang disebabkan oleh kostum pohon Natal, mengakibatkan 90 orang di rumah sakit terinfeksi.
Para ilmuwan belum tahu apakah varian, yang disebut L452R, lebih menular daripada SARS-CoV-2 lainnya. Namun, munculnya varian ini membuat pejabat, terutama di AS, waspada.
"Fakta bahwa varian ini diidentifikasi dalam beberapa wabah besar di daerah kami adalah 'bendera merah' dan harus diselidiki lebih lanjut," kata Sara Cody, petugas kesehatan Santa Calara County, California.
Varian L452R berbeda dari varian B.1.1.7 yang ditemukan di Inggris, lapor Live Science.
Peneliti menghitung varian virus corona dari Inggris 50% hingga 74% lebih menular dari virus corona jenis biasa. Strain baru ini bahkan diprediksi dapat mendominasi kasus di AS pada Maret mendatang.
Meski mudah menular, varian ini tidak memengaruhi efektivitas vaksin yang saat ini sudah diberikan kepada masyarakat.
Namun sebaliknya, masih sedikit informasi terkait varian L452R, yang pertama kali terdeteksi pada Mei 2020 dan mulai menjadi umum sejak musim gugur (September).
Menurut Departemen Kesehatan Masyarakat Santa Clara County, varian baru telah ditemukan di Santa Clara County, Humboldt, Lake, Los Angeles, Mono, Monterey, Orange, Riverside, San Francisco, San Bernardino, San Diego dan San Luis Obispo.
Para peneliti mengkhawatirkan L452R karena beberapa mutasinya memengaruhi protein lonjakan virus, 'kunci' yang digunakan virus untuk memasuki sel.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Kandungan Nikotin Rokok Bisa Menghadang Virus Corona?
Mutasi pada lonjakan protein dapat membuat varian SARS-CoV-2 tersebut tidak terlalu rentan terhadap vaksin.
"Para peneliti di UCSF (University of California, San Francisco) dan di tempat lain, sekarang bisa melakukan eksperimen laboratorium penting untuk menentukan apakah virus ini lebih menular dan mempengaruhi kinerja vaksin atau tidak," kata Charles Chiu, ahli virologi di UCSF.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS