Suara.com - Aritmia adalah salah satu penyakit jantung dimana penderitanya kerap tidak sadar memiliki penyakit ini, karena seringkali tidak menimbulkan gejala. Kekhawatiran terbesar dari kelainan irama jantung atau aritmia ini adalah karena penyakit ini secara mendadak bisa membuat penderitanya mengalami serangan jantung, stroke, hingga kematian karena gagal jantung.
Lalu, apa penyebab seseorang dapat megalami aritmia?
Jantung mempunyai sistem listrik sendiri yang dapat mengendalikan laju dan irama jantung. Pada setiap denyutan, arus listrik akan menyebar dari bagian atas jantung ke bagian bawah. Aliran arus listrik yang berjalan dengan normal akan membuat jantung berkontraksi dan memompa darah.
Sistem listrik jantung dimulai dari sekelompok sel yang disebut sinus node atau nodus sinoatrial (SA).
“Selama arus tersebut berjalan dengan normal dari atas ke bagian bawah jantung, arus akan mengatur waktu aktifitas dari sel jantung. Arus listrik inilah yang menyebabkan dua serambi berkontraksi terlebih dahulu kemudian akan diikuti dengan kedua bilik yang berada di bagian bawah jantung," ujar dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP(K), FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dan Konsultan Elektrofisiologi, berdasarkan siaran pers yang diterima suara.com, Selasa (19/1/2021).
"Dengan berkontraksinya kedua bilik jantung, maka darah akan dipompa ke seluruh tubuh dan paru - paru. Kombinasi dari kontraksi serambi dan bilik akan menghasilkan denyutan jantung,” sambung dr. Ignatius.
Pada kasus bradikardia, akan terjadi gangguan pada signal listrik di jantung akan mengakibatkan kelainan irama jantung, di mana jantung akan berdenyut lebih pelan dari seharusnya.
Hal ini disebabkan karena rusaknya pacu jantung alami (SA) atau adanya gangguan pada sistem konduksi listrik di jantung. Sehingga alat pacu jantung permanen (Permanent Pacemaker) dengan tenaga listrik yang berkekuatan rendah akan mengatasi kelainan signal listrik ini.
Lalu, bagaimana cara mengatasi bradiaritmia?
Baca Juga: Pangkas Rasa Bersalah, Lakukan Ini Usai Konsumsi Makanan Kolesterol Tinggi
Pasien dengan gejala penyakit artimia harus di kontrol lebih lanjut oleh dokter spesialis jantung agar termonitor secara teratur. Bila dirasa denyut jantung terlalu lemah dengan tingkat kegawatan tinggi, dokter akan menyarankan pasien menggunakan alat pacu jantung untuk menstabilkan irama jantung, menghilangkan keluhan atau gejala bradikardia seperti lemas dan hilang kesadaran.
Itu sebabnya, penting bagi penderita aritmia jantung untuk selalu kontrol rutin ke dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026