Suara.com - Untuk pertama kalinya, peneliti dapat mengembangkan regimen pengobatan yang terbukti efektif pada pecandu metamfetamin atau sabu dalam uji coba besar terkontrol plasebo.
"Ini kemajuan dan cukup signifikan," kata Nora Volkow, direktur Institut Nasional Penyalahgunaan Narkoba (NIDA) Amerika Serikat, dilansir dari NPR.
Studi klinis ini dilakukan selama dua tahun terhadap 400 pasien dan didanai langsung oleh NIDA. Hasilnya diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine, Rabu pekan lalu.
Tidak seperti kecanduan opioid, belum ada obat yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS untuk digunakan pada pecandu sabu.
Dalam uji coba ini, pasien dengan gangguan penggunaan sabu di seluruh klinik AS dirawat selama 12 minggu dengan kombinasi obat-obatan (naltrexone dan bupropion) dan plasebo.
Hasilnya, pengobatan ini membantu 13,4% pasien, dibanding dengan 2,5% dalam kelompok plasebo.
Pasien mendapat suntikan naltrexone dan bupropion dosis oral.
Volkow mengatakan naltrexone mengurangi keinginan fisiologis untuk mengonsumsi sabu, sementara efek antidepresan dari buproprion dapat meredakan kecemasan yang dialami pasien ketika mereka berhenti menggunakannya.
Jika kecemasan ini tidak ditangani, tekanan emosional tersebut dapat memicu kekambuhan.
Baca Juga: Temuan Baru, Ekstrak Ganja Kurangi Risiko Kematian Covid-19
Peneliti utama, Madhukar Trivedi dari University of Texas Southwestern Medical Center, mengatakan temuan ini cukup kuat untuk memberikan harapan baru bagi pecandu sabu.
"Berdiskusi dengan dokter untuk mempertimbangkan opsi ini adalah sesuatu yang harus mereka coba," ujar Trivedi.
Psikolog yang mempelajari perawatan medis untuk kecanduan di Universitas California, Los Angeles (UCLA), Lara Ray, mengatakan penelitian ini merupakan terobosan baru karena sudah banyak uji coba yang gagal.
Menurut Ray, tingkat keberhasilan kombinasi naltrexone-buproprion dapat ditingkatkan bila didukung dengan perawatan lain, termasuk terapi perilaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya