Suara.com - Ada banyak jenis perawatan wajah yang tujuannya membuat kulit lebih bersih dan terlihat awet muda, salah satunya microneedling atau yang lebih dikenal dengan dermaroller.
Berdasarkan Medical News Today, dermaroller memiliki fungsi untuk meremajakan kulit, merawat jaringan parut jerawat, dan mengurangi tanda-tanda penuaan.
Perawatan ini cukup populer akhir-akhir ini karena mudah diakses, efektif, dan relatif non-invasif.
Bagaimana dermaroller bekerja?
Saat dermaroller digulirkan ke kulit wajah, jarum kecil dan halur pada roller atau alat akan menusuk kulit. Lubang pada kulit pun berukuran kecil dan dianggap dangkal.
Kulit yang tertusuk jarum tidak menimbulkan kerusakan nyata pada lapisan luarnya. Jarum akan membantu memecah jaringan parut.
Berdasarkan studi pada 2016, cedera akibat jarum dapat menyebabkan pendarahan superfisial. Kondisi tersebut memicu respons penyembuhan luka tubuh dan inilah yang terjadi:
- Kulit melepaskan zat yang merangsang pertumbuhan
- pembuluh darah baru terbentuk di kulit
- kulit mulai membuat lebih banyak kolagen.
Selama 5 hari ke depan, kolagen yang diproduksi oleh tubuh disimpan di area kulit yang dirawat. Ini membantu kulit menjadi lebih kencang dan dapat mengurangi munculnya kerutan halus.
Penelitian menemukan bahwa kulit yang dirawat menggunakan empat sesi microneedling serta dengan jarak satu bulan, dapat menyebabkan peningkatan kolagen 400 persen.
Baca Juga: Paras Awet Muda Yana Julio Bikin Salfok: Ini Beneran Umurnya 60 Tahun?
Namun, karena dermaroller melibakan jarum yang menembus kuit, menggunakan peralatan yang tidak dibuat dengan baik merupakan risiko kesehatan.
Ada dermaroller medis berbeda yang tersedia untuk kegunaan lain oleh dokter kulit. Ini memiliki panjang jarum yang bervariasi. Namun perangkat ini tidak tersedia untuk umum, dan mungkin berbahaya untuk digunakan di rumah.
Meski dermaroller dapat dilakukan di rumah, ada baiknya berbicara dengan dokter kulit tentang masalah kulit yang sedang dihadapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi