Suara.com - Musim hujan membuat orang malas bergerak dan berujung pada imunitas menurun. Hal ini membuat Anda rentan terkena penyakit mulai dari influenza, diare, hingga demam berdarah.
Meski penyakit musim hujan mengancam, Anda tidak perlu takut dan khawatir. Sebab menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Primaya Hospital Betang Pambelum, dr. Alex Ranuseto. Sp.PD., pengobatan untuk penyakit saat musim hujan dan banjir lebih bersifat suportif dan simtomatik.
"Arti kata lain adalah dengan beristirahat total, makan makanan yang bergizi ditambah suplemen vitamin imunomodulator atau obat yang menstimulasi pertahanan tubuh," jelasnya pada keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Senin (1/2/2021).
Hal lain yang bisa dilakukan dengan menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tidak dehidrasi, mengonsumsi obat anti piretik (penurun panas atau demam), dan kompres air hangat.
Alex mengingatkan, jika lebih dari tiga hari keluhan belum ada perbaikan, maka seseorang disarankan harus segera konsultasi ke dokter.
Agar terhindar dari penyakit yang muncul saat musim hujan dan banjir, ia juga menyarankan agar melakukan beberapa hal sebagai berikut:
A. Meningkatkan sistem imun tubuh
Caranya adalah dengan beristirahat teratur, makan makanan yang bergizi, seperti protein, vitamin, tinggi serat, dan anti oksidan. Konsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin juga anti oksidan, serta minum air mineral dua liter per hari.
B. Olahraga teratur
Baca Juga: Wilayah Jakarta Kerap Dilanda Hujan Sore hingga Malam Hari, Ini Penyebabnya
Bisa melakukan olahraga di dalam rumah seperti senam, lompat tali, push up, sit up, sepeda statis, atau treadmill.
C. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Saat keluar rumah, pakai boot jika memasuki daerah yang banyak genangan air, cuci tangan sebelum makan, lakukan gerakan 3M (menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air), serta bersihan kamar dari gantungan-gantungan baju yang bisa jadi tempat bersembunyi nyamuk demam berdarah.
D. Hindari gigitan nyamuk
Bersihkan lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, gunakan repelen atau obat anti nyamuk, tidur dengan kelambu khususnya pada daerah endemis malaria, serta jangan keluar rumah lewat jam 10 malam karena nyamuk malaria akan keluar pada malam hari untuk menghisap darah.
E. Kenali berbagai penyakit
Berita Terkait
-
7 Komponen Mobil yang Krusial Diperiksa selama Musim Hujan demi Keamanan
-
5 Rekomendasi Motor Listrik untuk Musim Hujan, Tangguh dan Aman
-
Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir? Simak Prakiraan Cuaca BMKG
-
Sering Terobos Hujan Bikin Motor Rentan? Sudah Cek 5 Bagian Ini Biar Tetap Aman?
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh