Suara.com - Kuku panjang dapat memperindah tampilan tangan. Bagi beberapa perempuan, memiliki kuku panjang juga akan membuat penampilan jadi lebih anggun dan cantik.
Namun ternyata, memiliki kuku panjang juga dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Dikutip India Times dan Heart.co.uk, sebuah studi yang dilakukan oleh Infectious Disease Society of America mengungkapkan, kuku yang lebih panjang dari tiga milimeter di luar ujung jari mampu membawa bakteri dan jamur berbahaya.
Studi tersebut juga menunjukkan,kebanyakan orang tidak mencuci tangan dengan cukup baik untuk menghilangkan semua kuman di bawah kuku mereka.
Menurut Dr. Carol A. Kauffman, salah satu penulis studi tersebut, orang harus menghabiskan setidaknya 15 detik untuk mencuci tangan dan membersihkan bagian bawah kuku mereka untuk menyingkirkan kuman yang tidak terlihat.
Selain itu, beberapa orang yang memiliki kuku panjang cenderung suka menggigitnya secara tidak sadar. Hal itu memudahkan kuman, bakteri, dan virus masuk ke dalam tubuh.
Memiliki kuku yang panjang juga menyulitkan diri sendiri dalam melakukan berbagai aktivitas. Biasanya kuku tersangkut pada benda-benda yang ada di sekitar.
Purvi Parikh, spesialis alergi dan penyakit menular dari Pusat Medis Langone Universitas New York, sebelumnya mengatakan, bakteri, virus, kotoran dan kotoran dapat terkumpul di bawah kuku dan kemudian dapat dipindahkan ke mulut jika menggigit kuku.
Kuku yang panjang juga bisa melukai kulit karena cakaran atau garukan akibat gigitan nyamuk. Seseorang yang memiliki kuku panjang juga sulit untuk melakukan aktivitas dengan jari.
Baca Juga: Polisi Sita 3.000 Vaksin Covid-19 Palsu, Isinya Cairan Infus Garam
Hal ini membuatnya lama dalam bergerak karena kehati-hatiannya agar kuku tersebut tidak patah.
Pada kemunculan Covid-19, seorang suster di Australia mengatakan memiliki kuku yang panjang menjadi salah satu faktor seseorang terjangkit penyakit sangat menular tersebut.
Hal itu karena virus tersebut menempel di bawah kuku yang sulit terjangkau saat mencuci tangan.
Jika memiliki kuku yang panjang, walaupun sudah mencucinya dengan lama, pada sela-sela kuku bisa saja virus masih menempel.
Oleh karena itu, memiliki kuku pendek lebih menjamin kesehatan dan terbebas dari baketeri, kuman, atau virus yang ada. (Penulis: Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak