Suara.com - Pemerintah telah menjadwalkan pemberian vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) di seluruh provinsi dan mengirimkannya ke masing-masing orang lewat SMS Peduli Lindungi. Meski begitu, dalam penerapannya di lapangan, nakes disarankan lakukan vaksinasi lebih cepat dari yang ditentukan jadwal tersebut.
Ketua Puskesmas Denpasar Selatan, dr. AA Ngurah Gede Darmayuda. M.Kes., mengatakan bahwa nakes di Bali ada yang mendapatkan jadwal vaksinasi baru Maret bahkan April 2021. Padahal target pemerintah ingin menyelesaikan vaksinasi untuk 1,5 juta nakes pada akhir Febuari.
"Semua ini masih dalam keterbatasan informasi, belum sampai pada mereka. Tapi terus kita gencarkan supaya mereka yang terdaftar di April, ayo segera vaksinasi. Jadi enggak usah nunggu dari jadwal yang didapatkan dari Peduli Lindungi," kata dokter Darmayuda dalam webinar bersama Satgas Penanganan Covid-19, Selasa (2/2/2021).
Menurutnya, puskesmas mampu melakukan vaksinasi para nakes hingga 100 orang hari. Angka itu juga yang ia targetkan di Puskesmas Denpasar Selatan, Bali. Hanya saja kendala yang dialami karena minimnya tenaga kesehatan lain untuk menopang agar layanan esensasial yang lain tetap bisa diatasi.
"Pelayanan esensial tetap berjalan, vaksinasi rutin pada balita, vaksinasi Covid-19 juga tetap berjalan. Sehingga jadwal kita atur dengan baik. Juga kita terapkan dengan baik kita berani pasang target minimal antara 50 sampai 100," katanya.
Jumlah tenaga kesehatan di seluruh Bali ada sekitar 30 ribu orang, lanjutnya. Rencananya para nakes itu akan selesai divaksinasi Covid-19 pada minggu kedua bulan ini. Sementara, vaksinasi untuk nakes di Denpasar akan selesai lebih cepat.
"Kondisi tenaga kesehatan pada saat ini belum semua tuntas tervaksin. Tapi yang jelas mereka sangat berharap dengan adanya vaksin bisa dapat bekerja lebih nyaman dan lebih aman," katanya.
"Kalau di seluruh Bali total tenaga kesehatan ada 30 ribuan dan targetnya memang minggu kedua bulan ini akan tuntas dan di Denpasar minggu pertama ini di bulan Februari. Jadi semua sangat berharap bahwa ini akan tuntas dilaksanakan," lanjutnya.
Baca Juga: Lebih Banyak Orang yang Divaksinasi di AS Dibanding yang Positif Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?