Health / Konsultasi
Selasa, 02 Februari 2021 | 21:06 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Dua vaksin Covid-19 dari Novavax Inc dan Johnson & Johnson disebut kurang efektif pada varian baru virus corona dari Afrika Selatan. Varian baru ini disebut lebih menular daripada varian aslinya dan memungkinkan lebih mudah lolos dari perlindungan vaksin.

"Jelas, mutan memiliki efek dalam mengurangi kemanjuran vaksin," kata Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular seperti yang dikutip dari Mdlinx

Melansir dari Mdlinx, Novavax melaporkan hasil uji coba yang menunjukkan vaksinnya 50 persen efektif secara keseluruhan dalam mencegah Covid-19 di antara orang-orang di Afrika Selatan. Padahal vaksin ini di Inggris bisa lebih efektif, yakni mencapai hingga 89,3 persen.

Sementara vaksin Johnson & Johnson mengatakan satu suntikan vaksin virus corona 66 persen efektif secara keseluruhan dalam uji coba besar-besaran di tiga benua. Namun kemanjuran hanya mencapai  57 persen di Afrika Selatan tempat beradanya varian baru.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

"Ini pandemi yang berbeda sekarang," kata Dr. Dan Barouch, seorang peneliti di Pusat Medis Beth Israel Deaconess Fakultas Kedokteran Universitas Harvard di Boston yang membantu mengembangkan vaksin J&J.

Barouch mengatakan sekarang ada banyak variasi varian virus corona baru yang beredar, termasuk di Brazil, Inggris, Afrika Selatan dan bahkan Amerika Serikat, yang secara substansial kebal terhadap antibodi yang diinduksi oleh vaksin.

Load More