Suara.com - Viral RS Pelni yang menawarkan pelayanan vaksinasi mandiri berbayar. Meskipun klaim ini dibantah dan disebut sebagai informasi tidak resmi, kekhawatiran tentang vaksin mandiri sudah dirasakan masyarakat.
Inisiator Lapor Covid-19, Irma Hidayana secara tegas menolak usul atau wacana vaksin Covid-19 mandiri atau yang diakses secara berbayar.
Tanggapan ini disampaikan Irma menyusul beredarnya pamflet RS Pelni yang menawarkan pelayanan vaksinasi berbayar, lengkap dengan harga yang berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
"Menurut saya Rumah Sakit Pelni itu kecelakaan, saya curiga jangan-jangan sudah terjadi kesepakatan, karena tidak mungkin mengeluarkan materi komunikasi tanpa koordinasi, apalagi pembahasannya sudah berkali-kali dilakukan," ujar Irma saat dihubungi suara.com Rabu (3/2/2021).
Agar tidak timbul kecurigaan 'memainkan' stok vaksin diperjualbelikan ke pihak swasta untuk mendapat keuntungan, maka transparansi stok vaksin Covid-19 dan penyaluran vaksin harus disampaikan secara terbuka, serta siapa saja yang sudah mendapatkannya.
"Publik harus mengetahui secara benar, keputusan follow up vaksinasi mandiri ini seperti apa," tutur Irma.
Keberadaan vaksin mandiri berbayar, menurut Irma tidak sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM) dan hak kesehatan, mengingat vaksin harus diberikan sesuai urutan berdasarkan prioritas, dan vaksin mandiri hanya membuka peluang 'orang berduit' lebih berhak hidup sehat.
"Karena kalau itu sudah terjadi (vaksin mandiri), orang yang punya duit itu akan mendapatkan akses untuk hidup lebih sehat, ketimbang orang yang tidak punya duit," ungkap Irma.
Vaksin mandiri juga dinilai Irma sebagai upaya penyerobotan antrian, mengingat pemberian vaksin Covid-19 harus berdasarkan urutan yang ada dan sudah ditetapkan.
Baca Juga: Deretan Negara Eropa Larang Vaksin Covid-19 Oxford Bagi Lansia, Indonesia?
Perlu diingat perusahaan produsen vaksin saat ini hanya menerima pemesanan vaksin atas nama satu negara. Belum ada satupun perusahaan produsen vaksin yang menjualnya untuk pihak swasta. sehingga satu-satunya yang memiliki akses terhadap vaksin Covid-19 hanyalah pemerintah Indonesia.
"Artinya mereka (swasta) membelinya dari pemerintah, padahal pemerintah mengadakan seluruh vaksin untuk masyarakat duluan. Untuk prioritasnya itu, dengan mereka mengambil jalur mandiri itu artinya nyerobot antrian, itu ngambil jatah, nyolong jatah rakyat jelata," pungkas Irma.
Berita Terkait
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di DKI Jakarta: Kolaborasi Menuju Nol Kematian 2030
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi