Suara.com - Menggunakan masker dipercaya membantu mencegaah virus corona. Tapi, baru-baru ini ada kabar bahwa menggunakan dua masker yang ditumpuk sekaligus bisa memberikan perlindungan ekstra dari covid-19
Tapi apakah memakai dua masker dapat memberi perlindungan lebih? Jawabannya tidak seperti yang diharapkan. Hal itu tergantung dari kasus ke kasus. Namun ada kemungkinan bahwa penggandaan masker dapat membantu dalam beberapa situasi tertentu.
Melansir dari Healthshots, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat merekomendasikan penggunaan masker kain yang dibuat dengan dua atau dengan lapisan lebih.
Mereka juga menyarankan untuk memastikan masker menutupi bagian hidung dan mulut. Pemakaian masker tersebut juga harus pas, sehingga tidak ada celah di sisi wajah.
“Pakai satu masker saja sudah cukup untuk di setiap situasi, selama itu pas dan tidak longgar,” kata Dr. David Hamer, pakar penyakit menular di Universitas Boston (02/02/2021).
Menurutnya, dengan memulai memakai masker yang bagus akan menjadi hal yang tepat. Namun, sebagian orang menginginkan perlindungan ekstra jika dapat berisiko terkena penyakit parah.
"Salah satu pilihan ketika menginginkan perlindungan ekstra adalah, memakai masker kain serta masker bedah biasa,” kata Dr. Monica Gandhi, pakar penyakit menular di Universitas California, San Francisco.
Ia mengatakan, bahwa kombinasi dengan salah satu masker, dapat membantu mencapai efek yang sama, seperti topeng N95.
Dan ia merekomendasikan perlindungan tambahan untuk orang-orang yang akan berada di dalam ruangan area dengan tingkat penularan tinggi, yang dapat mencerminkan sirkulasi varian yang lebih menular.
Baca Juga: Satu Vaksin Oxford Malah Punya Efektivitas Tinggi saat Dosis Kedua Ditunda
Dengan masker kain tunggal untuk penggunaan sehari-hari, Gandhi mencatat penggunaan masker tersebut sangatlah penting, dengan masker yang terbuat dari bahan tenun yang rapat dan memiliki dua lapisan, dapat menciptakan jalur rintangan yang mempersulit partikel virus masuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama