Suara.com - Penyanyi Marthin Saba dikabarkan meninggal dunia, Senin, (8/2/2021. Kabar duka itu langsung disampaikan sang istri, Prita Laura yang mencoba ikhlas atas kepergian suaminya.
"Sayangku, Marthin Saba, aku tahu ini pilihan Tuhan dan pilihanmu. Tuhan baik sama kita. Aku yakin kamu bahagia di rumah barumu sayang," tulis Prita Laura di Instagram dini hari tadi.
Belakangan diketahui bahwa Marthin Saba meninggal akibat penyakit jantung. Kabar itu diungkapkan oleh pengamat musik Adib Hidayat.
Dia mencuit saudara kandung Carlo Saba itu meninggal akibat serangan jantung.
"Berita duka @marthinsaba vokalis dari @kspband meninggal dunia karena serangan jantung. Kabar saya peroleh dari @myDidan dan @kikijuliar. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan," tulis Adib di Twitter.
Dalam kondisi serangan jantung, penanganan yang cepat dan tepat menjadi kunci untuk menyelamatkannya. Sayangnya ada banyak pertolongan pertama yang sering dilupakan atau tidak diketahui oleh masyarakat.
Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini pertolongan pertama yang harus dilakukan pada pasien serangan jantung.
Segera hubungi medis
Jangan mengabaikan atau berusaha mengatasi gejala serangan jantung. Jika Anda tidak memiliki akses ke layanan medis darurat, minta tetangga atau teman mengantar Anda ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Penyanyi Marthin Saba Meninggal karena Serangan Jantung
Mengemudikan diri Anda hanya sebagai pilihan terakhir, dan sadari bahwa hal itu menempatkan Anda dan orang lain pada risiko saat Anda mengemudi dalam keadaan ini.
Kunyah dan telan aspirin
Kecuali Anda alergi terhadap aspirin atau telah diberitahu oleh dokter Anda untuk tidak pernah mengonsumsi aspirin.
Ambil nitrogliserin, jika diresepkan.
Jika Anda merasa mengalami serangan jantung dan dokter sebelumnya telah meresepkan nitrogliserin untuk Anda, ambillah sesuai petunjuk. Jangan mengonsumsi nitrogliserin orang lain, karena itu bisa membuat Anda lebih berbahaya.
Mulailah CPR
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya