Suara.com - Pemerintah Inggris berencana membuat vaksinasi COVID-19 menjadi program tahunan, seperti vaksin flu.
Dilansir ANTARA, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan, warga Inggris harus menganggap vaksinasi COVID-19 seperti halnya vaksin flu, yang akan diberikan rutin pada orang yang rentan.
"Saya rasa kita perlu bersiap-siap menjalani keadaan dengan menyediakan suntikan untuk melawan varian-varian baru (COVID-19, red) pada musim gugur," katanya saat konferensi pers.
Boris mengatakan setiap yang rentan, seperti orang tua dan populasi berisiko, akan mendapatkannya setiap tahun.
"Kita harus mulai menganggapnya seperti vaksin flu, sesuatu yang orang tua atau orang yang rentan pastikan bahwa mereka akan mendapatkannya setiap tahun," ungkapnya lagi.
Johnson menambahkan bahwa dirinya yakin vaksin akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi mengatasi semua varian COVID-19.
Di kesempatan yang sama, Boris juga menyambut baik kabar bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan penggunaan global vaksin COVID-19 buatan Universitas Oxford-AstraZeneca untuk semua orang dewasa.
Sebelumnya, sejumlah negara mempertanyakan keampuhan vaksin tersebut.
Awal pekan ini, Afrika Selatan mengatakan akan menangguhkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca dalam program vaksinasi mereka.
Baca Juga: Kemenkes Sebut 1,2 Juta Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin Covid-19
Keputusan itu diambil Afsel setelah data menunjukkan bahwa vaksin tersebut memberi hanya sedikit perlindungan dari infeksi ringan hingga sedang pada varian COVID-19 yang dominan negara tersebut.
"Senang melihat Organisasi Kesehatan Dunia hari ini memastikan dukungannya untuk penggunaan vaksin Oxford-AstraZeneca pada semua orang di atas usia 18 tahun, dan tentunya usia di atas 65 tahun," tutup Johnson.
Berita Terkait
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Persaingan Juara Liga Inggris Makin Panas, Man City Pepet Arsenal usai Bantai Brentford
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?