Suara.com - Kandungan probiotik, vitamin D, hingga kalium dalam susu sangat bermanfaat untuk kesehatan. Tidak hanya untuk anak, 3 nutrisi ini juga dibutuhkan untuk orang dewasa bahkan lansia.
Selain 3 nutrisi tersebut, susu juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Ini 5 manfaat susu untuk kesehatan, mengutip Down to Earth.
1. Bagus untuk pasien diabetes
Penelitian yang dilakukan University of Guelph di Kanada menyebutkan kadar glukosa atau gula dalam darah bisa dikontrol dengan meminum susu di pagi hari. Bahkan pasien dengan diabetes tipe 2 bisa mendapat keuntungan lebih dari susu.
Disebutkan apabila kadar protein yang tinggi dalam susu dikonsumsi bersama karbohidrat di pagi hari akan memperlambat proses pencernaan dan memberikan efek kenyang. Efek inilah yang membuat pasien lebih sedikit mengonsumsi gula dalam makanan.
2. Kurangi risiko alergi
Kebanyakan berpendapat jika susu mentah atau yang belum dipasteurisasi tidak baik untuk kesehatan. Namun nyatanya susu ini bermanfaat mencegah sakit karena bakteri yang menyebabkan alergi.
Ini karena kandungan probiotik, vitamin D dan imunoglobulin dalam susu yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang akhirnya mengurangi risiko alergi.
3. Jantung lebih sehat
Baca Juga: Musim Hujan, Hangatkan Tubuh dengan 4 Minuman Sehat Ini
Susu bisa mengurangi risiko sakit jantung dan serangan stroke, ini karena susu mengandung magnesium dan kalium yang bisa mengurangi tekanan darah dan meningkatkan aliran darah ke organ tubuh, sehingga jantung tidak perlu bekerja terlalu keras.
4. Baik untuk otak
Bagi anak-anak susu menjadi sumber vitamin B yang baik kan membuat siklus tidur tetap terjaga, hasilnya otak bisa terus berkembang saat anak tertidur.
Susu sapi diketahui rendah asam linoleat, ini artinya kandungan LA atau alpha-linolenic lebih unggul dan memang lebih baik untuk anak, karena bisa memastikan tingginya DHA dalam susu.
5. Mengurangi sakit Maag
Kalium dan magnesium dalam susu bisa berfungsi untuk menenangkan saraf dan melemaskan otot, sehingga lebih mudah untuk tidur.
Berita Terkait
-
BGN Klarifikasi Konten Viral Susu 'Makan Bergizi Gratis' Dijual di Minimarket
-
Ironi Gizi di Negeri Kaya: Panganan Segar Melimpah, Tapi Produk Kemasan Jadi Jalan Pintas
-
Kenapa Indonesia Butuh Susu Ibu Hamil, tapi Negara Lain Tidak?
-
Katalog Promo Alfamart Powder Milk Fair Maret 2026, Diskon Susu Sampai 25 Persen
-
Promo Superindo Terbaru 24 Maret: Susu, Frozen Food, dan Aneka Isi Kulkas Diskon hingga 35 Persen
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026