Suara.com - Mengonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil berguna untuk menjaga kesehatan ibu maupun janin yang tengah dikandungnya. Meski tak ada perbedaan antara makanan sehat untuk ibu hamil dengan makanan sehat pada umumnya, ibu hamil harus memastikan makanan yang dikonsumsi dapat menyediakan nutrisi dan energi yang cukup, baik untuk diri sendiri maupun untuk perkembangan janin.
Agar kehamilan tetap sehat, asupan makronutrien dan mikronutrien haruslah seimbang. Yang termasuk dalam makronutrien adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Sedangkan mikronutrien terdiri dari berbagai macam jenis vitamin dan mineral.
Nah, kali ini theAsianparent berbagi 10 jenis makanan sehat untuk ibu hamil yang harus Anda ketahui.
1. Alpukat
Buah berwarna hijau ini kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal dan sangat baik untuk membantu pertumbuhan janin. Tak hanya itu, alpukat juga bisa membantu menjaga kesehatan kulit selama masa kehamilan.
2. Ikan Salmon
Ikan salmon mengandung asam lemak omega 3 yang bermanfaat untuk perkembangan otak janin. Dan yang paling penting, kandungan merkurinya terbilang rendah sehingga aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.
3. Gandum
Konsumsi makanan yang mengandung gandum utuh berguna untuk memenuhi kebutuhan kalori harian ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Gandum utuh mengandung serat dan vitamin yang sehat untuk ibu hamil.
4. Sayuran Hijau
Selama hamil, perbanyaklah mengonsumsi aneka sayuran berwarna hijau seperti brokoli, kangkung, atau bayam. Sayuran hijau kaya vitamin C, K, dan A, serta mengandung kalsium, folat, dan kalsium yang baik untuk ibu hamil.
5. Buah Berry
Keluarga beri, seperti bluberi dan stroberi, mengandung karbohidrat, vitamin C, dan antioksidan dalam jumlah tinggi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil. Memiliki rasa yang cenderung asam dan segar, konsumsi buah beri juga bisa membantu menghilangkan rasa mual akibat morning sickness.
6. Kacang-Kacangan
Kerap merasa ingin ngemil saat sedang hamil? Pertimbangkan untuk mengonsumsi kacang-kacangan sebagai camilan. Lentil, kacang polong, walnut, dan lain-lainnya mengandung serat, protein, zat besi, dan asam folat yang sangat baik untuk ibu hamil.
7. Daging Tanpa Lemak
Sumber protein hewani yang baik untuk ibu hamil adalah daging ayam atau sapi tanpa lemak. Daging tanpa lemak mengandung zat besi, kolin, dan vitamin B yang sangat diperlukan oleh janin dan ibunya.
8. Telur
Pastikan mengonsumsi makanan yang telah matang dengan sempurna, termasuk telur. Telur mentah mengandung bakteri Salmonella yang dapat menimbulkan infeksi pada ibu hamil sehingga sangat berbahaya.
Namun jika dimasak dengan benar, telur adalah sumber kolin yang bagus dan bermanfaat bagi perkembangan otak janin.
9. Ubi Jalar
Dalam jumlah atau takaran yang tepat, vitamin A sangat baik untuk perkembangan janin. Salah satu makanan yang merupakan sumber vitamin A dan mudah untuk diperoleh adalah ubi jalar.
10. Produk Olahan Susu
Supaya janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, ibu hamil memerlukan asupan protein dan kalsium yang cukup. Kedua zat tersebut dapat diperoleh dari produk olahan susu. Namun jika ibu hamil memiliki intoleransi laktosa, gantilah produk susu hewani dengan susu nabati seperti susu kedelai atau susu kacang almond.
Perhatikan Porsi Makanan Ibu Hamil
Tak hanya memperhatikan jenis makanannya saja, penting pula untuk memperhatikan jumlah atau porsi makan bagi ibu hamil. Menurut dr. Kanadi Sumapraja, SpOG (K), MSc dari Rumah Sakit Pondok Indah, ibu hamil memang bisa mengonsumsi jenis makanan apa saja, tapi perlu memperhatikan jumlah atau porsi makanannya.
Menurut dokter Kanadi, hindari berlebihan mengonsumsi suatu makanan karena yang berlebihan tak baik untuk tubuh. Sebaiknya makanan yang dikonsumsi ibu hamil pun disesuaikan dengan kondisi kesehatan tubuh masing-masing.
Untuk jenis makanan yang dihindari, sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsi makanan mentah karena dikhawatirkan mengandung bakteri yang bisa menginfeksi dan berisiko pada perkembangan bayi dalam kandungan.
Ibu hamil juga sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat, zat besi, dan asam folat agar kesehatan janin tetap terjaga. Penuhi pula kebutuhan asupan cairan dengan cara rutin mengonsumsi air mineral.
Baca Juga: Olahraga Kardio untuk Ibu Hamil, Begini Saran Dokter
Karena kondisi setiap ibu hamil berbeda-beda, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai makanan yang bisa dikonsumsi selama kehamilan.
Nah, dari 10 makanan sehat untuk ibu hamil di atas, yang mana yang sudah rutin Anda konsumsi?
Sumber:
https://id.theasianparent.com/makanan-sehat-bagi-ibu-hamil
Baca juga:
https://id.theasianparent.com/cara-membuat-salad-buah/
https://id.theasianparent.com/resep-rendang
| Published by The Asian Parent |
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026