Suara.com - Artis Ayus Sabyan baru-baru ini tengah santer dibicarakan oleh khalayak menyusul adanya kabar mengenai perselingkuhan, hingga menyebabkan perceraian antara sang keyboardist dengan istrinya, Eri Fitriyah.
Dugaan perselingkuhan ini muncul setelah sepupu dan teman dekat Eri Fitriyah alias Ririe Fairus mengatakan perselingkuhan ini terjadi sejak 2018.
Berdasarkan kabar, adik Ririe pun membenarkan bahwa sang kakak menggugat cerai suaminya karena perselingkuhan.
Di sisi lain, Ririe telah menggugat cerai dan memilih untuk pisah rumah dengan Ayus sejak bulan lalu.
"Kami lihat dari berkas sekilas tadi, bahwa menerangkan mbak Eri telah berpisah tempat tinggal dengan suami," kata Humas Pengadilan Agama Jakarta Utara, Agus Abdullah, di kantornya, Rabu (17/2/2021).
Berpisah karena adanya perselingkuhan memang sangat menyakitkan, terutama bagi korban. Apa pun alasan selingkuh tersebut, korban akan sulit untuk melihat sisi baiknya.
Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa diselingkuhi memiliki manfaat psikologis 'tersembunyi' bagi seorang wanita.
Berdasarkan studi ini, dilansir Insider, wanita mengatasi perpisahan akibat perselingkuhan dengan cara yang jauh lebih sehat.
Memang mereka akan tetap menangis, memikirkannya, dan membicarakannya dengan orang terdekat. Tetapi setelah itu mereka akan 'move on'.
Baca Juga: Diungkap Adik Ipar, Ayus Sabyan Selingkuh dengan Nissa Sabyan
Faktanya, setelah enam bulan, wanita yang diselingkuhi memiliki kecerdasan emosional dan kepercayaan diri yang elbih tinggi.
"Orang yang benar-benar 'kalah' dalam situasi ini adalah wanita lain (yang menjadi selingkuhan)," tulis peneliti.
Selain itu, sambung peneliti, wanita yang menjadi selingkuhan juga mendapat reputasi buruk dan hal itu bisa memengaruhi mereka dalam mendapatkan pasangan jangka panjang berkualitas di masa depan.
Jadi meski menyakitkan pada awalnya, penting untuk fokus pada fakta bahwa mungkin saja ada berkah terselubung. Tidak hanya tahu 'warna asli' pasangan, tetapi juga mendapat manfaat psikologis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak