Suara.com - Sangat memungkinkan bagi perempuan utuk mengalami benjolan kecil di sekitar vulva atau vagina. Hal ini memang bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi kesehatan.
"Ini (benjolan vulva atau vagina) tidak berarti bahwa Anda harus mengubah praktik perawatan Anda, tetapi jika Anda memiliki gejala yang Anda khawatirkan, pastikan untuk mengungkapkannya dan menunjukkannya," kata Jodie Horton, MD, seorang ob-gyn di Washington DC pada Womens Health.
Melansir dari Womens Health, berikut beberapa penyebab benjolan kecil di sekitar vulva atau vagina, antara lain:
1. Jerawat
Anda mungkin mengira jerawat akan segera hilang setelah Anda menginjak masa remaja. Nyatanya, jerawat masih bisa menghantui Anda di masa dewasa, termasuk area vulva atau vagina.
"Sama seperti di tempat lain di tubuh, kita mungkin juga mengembangkan jerawat di area vagina," kata Carolyn DeLucia, MD, dari VSPOT Medi SPA di New York City.
Mereka tampak seperti jerawat di tubuh lainnya, misalnya terlihat merah, iritasi, dan kadang-kadang berisi nanah.
"Jerawat vagina biasanya sembuh dengan sendirinya, seperti halnya pada wajah," kata Dr. DeLucia.
2. Potong Rambut Kemaluan
Baca Juga: Apakah Vagina Longgar karena Sering ML?
Memotong rambut kemaluan juga bisa membuat kulit iritasi, gatal, dan merah. Pada dasarnya, menghilangkan rambut sangat mudah untuk menyebabkan benjolan di daerah vagina Anda, lebih khusus lagi vulva.
"Karena upaya untuk merawat area vagina dengan obat penghilang bulu, mencukur, dan waxing, rambut yang tumbuh kembali dapat terperangkap (di bawah kulit) dan terinfeksi yang menyebabkan benjolan dan nyeri," kata Dr. DeLucia.
3. Kista Sebaceous
Lingkungan vagina yang selalu pengap di antara kaki dan gesekan terus-menerus pada pakaian dapat menyebabkan pertumbuhan kista sebaceous atau benjolan putih berisi cairan di area vagina yang dapat tampak seperti jerawat.
"Mereka sering ditemukan di area selangkangan," kata Dr. DeLucia.
4. Kutil Kelamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem