Suara.com - Tingkat kesuburuan pasangan suami istri merupakan faktor utama yang memengaruhi pasanganan untuk memiliki anak.
Bagi istri sendiri, memang tak mustahir untuk memiliki anak di usia 30 tahunan. Hanya saja, perempuan perlu memerhatikan kesehatan kesuburan agar tetap optimal dalam kehamilan.
Ada beberapa hal yang disarankan perempuan agar kesuburun meningkat saat usia 30an, seperti yang dikutip drai Asiaone.
1. Kurangi asupan alkohol
Mengkonsumsi minuman beralkohol tidak sehat untuk tubuh, bukan hanya pada laki-laki tapi juga perempuan. Penelitian telah menunjukkan asupan alkohol berlebih dapat memengaruhi motilitas sperma laki-laki. Ditambah lagi, fakta bahwa perempuan rentan efek negatif konsumsi alkohol, termasuk kesuburan yang rendah.
2. Menjaga berat badan ideal
Berat badan bisa sangat memengaruhi kemampuan hamil. Studi menunjukkan perempuan yang kelebihan berat badan dengan indeks massa tubuh lebih besar dari 35 kg per meter lebih sulit hamil.
3. Atur pola makan
Perbanyak konsumdi makanan yang terbukti bisa meningkatkan kesuburan perempuan juga laki-laki. Seperti minyak ikan, sayuran, bawang putih, madu, dan alpukat. Ada juga berbagai makanan yang harus dihindari seperti makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta ikan yang memiliki tingkat merkuri tinggi.
4. Olahraga
Penelitian dari American Journal of Lifestyle Medicine menyebutkan banyaknya aktivitas fisik yang dilakukan dapat memengaruhi kemandulan. Bahkan olahraga berat dapat membuat perempuan melewatkan ovulasi atau bahkan mengalami kegagalan implantasi. Olahraga sederhana sudah cukup untuk meningkatkan kebugaran tubuh seperti jalan kaki, bersepeda, berenang.
5. Kurangi minum kopi menjadi dua hari sekali
Terlalu banyak asupan kafein dapat berdampak buruk bagi kesuburan perempuan. Tidak hanya dapat meningkatkan risiko bayi lahir mati, minum lebih dari 300 miligram kopi sehari dapat mengganggu kesuburan.
6. Catat siklus menstruasi secara teratur
Penting untuk mencatat siklus menstruasi, dengan begitu bisa diketahui pula kapan masa subur perempuan. Menentukan waktu terbaik untuk berhubungan seksual bisa meningkatkan peluang untuk memiliki anak. Terutama karena siklus menstruasi mungkin dapat berubah ketika mencapai usia 30-an.
Baca Juga: Hits Health: Obat Atasi Gejala Covid-19, Tanda Kekebalan Tubuh Sedang Lemah
7. Pilih suplemen lebih teliti
Memilih suplemen dan herbal yang tepat untuk diminum dapat membantu suksesi konsepsi. Mineral seperti magnesium dan folat bermanfaat sejak sebelum dan selama kehamilan. Asupan minyak ikan juga dapat membantu menyeimbangkan hormon dan dapat menghasilkan perkembangan janin yang sehat.
8. Hindari merokok
Berhenti merokok akan sangat bermanfaat bagi kesehatan juga kehamilan. Merokok dapat menyebabkan keguguran dan lahir mati. Padahal, wanita yang merokok menghadapi dua kali lipat risiko kemandulan. Berhenti merokok dan menghindari asap rokok dapat meningkatkan lapisan rahim bahkan dapat meningkatkan peluang untuk hamil.
9. Berhubungan seks setiap dua hari
Gagal hamil membuat stres bagi pria dan wanita. Di sinilah berhubungan seks dapat berperan. Semakin mencoba, semakin baik peluang Anda untuk hamil. Jadi teruslah melakukannya.
10. Minta pasangan pakai celana longgar
Memakai celana ketat dikatakan berbahaya bagi alat vital laki-laki karena bisa membuat testis terlalu panas dan mengurangi produksi sperma. Karena itu, minta suami untuk memakai celana yang lebih longgar. Dengan cara ini bisa merasa lebih nyaman juga akan meningkatkan jumlah sperma.
11. Kelola stres
Terus mendapatkan hasil tes kehamilan negatif bisa membuat frustasi. Tapi itu harus bisa dikelola dengan baik. Stres dapat memengaruhi tingkat kesuburan. Perempuan yang mengalami stres, bahkan selama kehamilan, berisiko tingkatkan lahir mati. Jadi saat mencoba untuk hamil, pastikan untuk rileks dan melakukan aktivitas yang menenangkan.
12. Konsultasi dengan dokter
Sebelum memulai diet apa pun atau melakukan aktivitas fisik apa pun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memeriksa apa yang terbaik bagi Anda dan pasangan. Jika mengalami masalah kesuburan, pastikan bicarakan hal itu pada dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi