Suara.com - Infeksi saluran kemih (ISK) umum dialami wanita. Tandanya antara lain adalah kebutuhan untuk buang air kecil terus-menerus dan sensasi terbakar setiap kali melakukannya.
"ISK paling sering terjadi saat bakteri masuk uretra," kata Daniela Carusi, MD, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di Brigham and Women's Hospital di Boston.
Infeksi ini dapat terjadi berulang kali. Ketika Anda mengalaminya, berikut hal-hal yang perlu diketahui terlebih dahulu, dilansir Health:
1. Perlu ke dokter
Jika Anda merasakan rasa terbakar saat buang air kecil, jangan menunda untuk memeriksakannya ke dokter. Sebab, infeksi dapat menyebar ke bagian lain jika tidak langsung ditangani.
Meskipun obat yang dijual bebas membantu Anda merasa lebih baik, hanya antibiotik yang dapat menyembuhkan infeksi aktif.
2. Banyak minum air putih
Begitu mengonsumsi antibiotik, kondisi Anda bisa membaik dalam satu atau dua hari. Tapi selama ini, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah banyak minum air putih.
Meski akan membuat Anda lebih sering buang air kecil, strategi ini justru akan membantu mengeluarkan bakteri dari tubuh.
Baca Juga: Alami Benjolan Kecil di Vagina atau Vulva? 5 Kondisi Berikut Penyebabnya
3. Dapat terinfeksi ulang
ISK dapat terjadi berulang kali karena sejumlah alasan, salah satunya tidak menghabiskan resep obat antibiotik. Hal ini memungkinkan bakteri tertinggal untuk berkembang biak dan memulai infeksi kembali.
Jadi, pastikan untuk menghabiskan obat resep walau kondisi Anda sudah membaik.
4. Seks bisa menjadi penyebabnya
ISK memang bukan infeksi menular seksual (IMS). Tetapi tindakan seksual secara fisik dapat menyebabkannya.
"Karena uretra berada tepat di sebelah vagina, bakteri di dalam vagina dapat bergerak dan masuk ke uretra dan kandung kemih," jelas Carusi.
Untuk membantu menurunkan risiko infeksi, buang air kecil tepat sebelum dan sesudah berhubungan seksual untuk membersihkan saluran kencing dari bakteri.
5. Kondom juga bisa menjadi penyebabnya
Kondom dengan spermisida memang penting untuk seks aman. Tetapi benda ini juga dapat mengiritasi kulit di sekitar vagina dan uretra, sehingga bakteri lebih mudah menyerang.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga