Suara.com - Seorang ibu di Inggris merasa lega sekaligus malu setelah mengetahui bahwa "cacing pemakan otak" putranya sebenarnya adalah selotip yang tidak berbahaya.
Cobaan berat itu terjadi pada November 2019, tapi ia langsung viral karena merinci kejadian itu di Facebook. Demikian seperti dilansir dari New York Post.
"Saya menyia-nyiakan waktu dokter," tulis Gemma Tyson, 39, bersama dengan sekejap "parasit" yang dia cabut dari telinga anaknya.
Kekacauan dimulai setelah warga Bristol, Inggris, putra warga Ashton, 10, datang kepadanya mengeluh tentang "telinga gatal.
Awalnya benda itu dikira "bola lilin besar". Tapi Tyson dengan cepat menyadari ada sesuatu yang terjadi setelah dia menarik benda asing dengan penjepit dan benda itu terus keluar seperti pita sutra penyihir.
“Itu seperti tekstur lengket / lilin yang tidak bisa kau pisahkan,” kata ibu tiga anak yang terperanjat, yang berpikir, “Ya Tuhan, dia memiliki cacing raksasa di telinganya.”
Saat itu, Tyson langsung memeriksakan diri ke pusat medis. Sayangnya, para dokter juga tidak yakin apa penyebabnya sehingga mereka mengirimnya ke laboratorium untuk diuji.
"Saya pergi sambil berpikir bahwa anak saya memiliki cacing di telinganya," kata ibu yang putus asa itu.
Kelegaan akhirnya datang beberapa jam kemudian ketika Ashton berkata, "Saya ingin tahu apakah itu selotip yang saya masukkan ke telinga saya minggu lalu karena saya tidak bisa mengeluarkannya."
Baca Juga: Wanita Ini Curhat Disiksa dan Tak Dikasih Makan Suami karena Tidak Cantik
Ternyata, bocah itu telah memasukkan selotip yang digulung ke telinganya, dan tidak berpikir untuk memberi tahu orang tuanya sampai setelah janji dengan dokter.
Meskipun merasa malu dengan kejadian itu, Tyson mengatakan bahwa dia "lega itu bukan cacing."
Dia menyimpulkan cerita yang menjijikkan itu dengan bertanya kepada netizen tentang barang-barang aneh lainnya yang dimasukkan anak-anak mereka ke telinga mereka.
“Anak saya ada play doh, kertas stiker, dan kulit jeruk di telinganya,” tulis seorang.
Sayangnya, bukan hanya anak kecil yang bersalah karena menempatkan benda asing ke dalam berbagai lubang dan kemudian "melupakan" tentangnya.
Seorang pria Australia mendefinisikan ulang "pothead" setelah diketahui bahwa infeksi sinusnya disebabkan oleh mariyuana. Dia memasukkan hidungnya ke hidungnya bertahun-tahun yang lalu dalam skema penyelundupan setengah matang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026