Suara.com - Meskipun bukan seorang alkoholik, jika seseorang tergolong obesitas atau memiliki penyakit diabetes, maka risiko mengalami kerusakan hati bisa terjadi.
Melansir dari Healthshot, orang yang kelebihan berat badan dan menderita diabetes berisiko lebih tinggi mengembangkan penyakit hati berlemak nonalkohol atau yang disebut non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). Hal ini dinyatakan oleh Kementerian Kesehatan Serikat India pada hari Senin (22/2/2021).
Para peneliti telah menemukan bahwa NAFLD terjadi pada sekitar 40 hingga 80 persen orang yang menderita diabetes tipe-2.
Kondisi ini juga terjadi pada 30 hingga 90 persen orang yang mengalami obesitas. Studi ini juga menunjukkan bahwa orang dengan NAFLD memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular.
"NAFLD merupakan akumulasi dari lemak yang tidak normal di hati dengan tidak adanya penyebab sekunder dari perlemakan hati. Ini dapat menyebabkan steato-hepatitis non-alkohol (NASH) , sirosis, dan bahkan kanker hati," ujar Menteri Kesehatan Serikat India, Dr. Harsh Vardhan.
"Selama dua dekade terakhir, beban global NASH telah berlipat ganda. Secara global, NASH menyebabkan 40 ribu kasus umum sirosis kompensasi pada tahun 1990 yang kemudian meningkat menjadi 94 ribu kasus pada tahun 2017. NAFLD muncul sebagai penyebab penting penyakit hati di India," imbuhnya.
Menteri Kesehatan mencatat bahwa India menjadi negara pertama di dunia yang mengidentifikasi perlunya tindakan untuk NAFLD. Menurut kementerian, identifikasi ini perlu karena NAFLD sendiri bisa menyebabkan masalah lain di hati yang lebih kronis lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama