Suara.com - Genangan banjir kerap menjadi 'wahana bermain' bagi anak-anak. Genangan banjir yang tidak terlalu tinggi dengan arus air yang tenang, biasa dimanfaatkan oleh mereka untuk berenang atau sekadar berlarian.
Meski terlihat menyenangkan, orangtua perlu waspada dengan risiko penyakit yang bisa ditimbulkan akibat bermain di air banjir.
Dokter spesialis anak dr. Herbowo Agung, Sp. A(K) mengatakan, penyakit kulit menjadi penyakit yang paling umum terjadi setelah banjir.
"Karena kulit cenderung berkontak langsung dengan banjir. Pada saat seseorang anak berendam di banjir, ternyata pada saat di dalam air pertahanan kulitnya menurun itu yang paling penting," kata dokter Herbowo dikutip dari siaran langsungnya di Instagram beberapa hari lalu.
Saat pertahanan kulit menurun, maka bakteri atau virus yang ada di air banjir bisa mudah masuk ke dalam tubuh.
Menurut dokter Herbowo, kebanyakan bakteri berserta kotoran yang akan menempel pada kulit ketika masuk ke genangan banjir.
"Kalau kotoran yang nempel itu bisa menyebabkan iritasi. Tapi kalau misalnya bakteri masuk, itu bisa jadi infeksi akan terjadi infeksi kulit. Bedakan antara infeksi kulit karena bakteri atau karena alergi," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa infeksi akibat bakteri akan menyebabkan kulit bernanah. Dokter Herbowo juga mengingatkan agar hati-hati dengan risiko infeksi kulit impetigo.
"Bentuknya seperti cacar air, jadi kalau melembung ada airnya tapi besar-besar. Kalau dia pecah bekasnya seperti tersundut rokok. Orang Indonesia sering bilangnya cacar monyet. Tapi itu sebetulnya kurang cocok disebut cacar monyet karena bukan dari monyet," jelasnya.
Baca Juga: Miris! Kisah Cinta Dua Remaja di Sumbar Ini Malah Berujung Bui
Anak-anak bisa mengalami infeksi impetigo jika kontak langsung dengan air yang kotor. Atau bisa juga tertular dari orang yang sudah terinfeksi.
"Kuncinya adalah pada saat berendam di air, pertahanan tubuh menurun karena dingin kulitnya keriput semua. Kemudian jadi gampang tembus (bakteri) masuknya dari luka. Jadi misalnya anaknya suka garuk-garuk maka masuklah bakteri," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal