Suara.com - Bagi sebagian orang, seks tidak selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Beberapa dari mereka mengalami rasa sakit selama atau setelah berhubungan intim, dan ini dapat merusak kehidupan seksualnya.
Ada berbagai macam rasa sakit yang ditimbulkan, salah satunya kram otot. Ini dapat terjadi secara akut maupun kronis.
Dilansir Insider, berikut penyebab kram otot setelah berhubungan seks:
1. Ketegangan otot
Seks bisa menjadi aktivitas yang berat secara fisik, dan mungkin terjadi ketegangan otot di daerah panggul atau di bagian lain saat Anda bercinta.
Berhubungan seksual juga dapat memperburuk ketegangan otot yang sudah dirasakan terlebih dahulu, mengakibatkan kram dan ketidaknyamanan setelahnya.
2. Orgasme
Obgyn dan pakar kesehatan wanita di Santa Monica, California, Sherry A. Ross, MD, mengatakan saat seorang wanita mengalami orgasme, dinding vagina dan otot rahim berkontraksi secra ritmis. Ini adalah hal yang normal.
"Sebelum dan selama orgasme, detak jantung, denyut nadi, tekanan darah, dan pernapasan meningkat. Otot di tubuh Anda, terutama di daerah panggul, bisa menjadi tegang, kejang, dan kram," kata Ross.
Baca Juga: Tanpa Obat, Ahli Sebut Berhubungan Seks Bisa Redakan Migrain
3. Infeksi menular seksual (IMS)
IMS seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan rasa sakit selama dan setelah berhubungan seks.
Umumnya, IMS dapat menyebabkan radang pangguk yang dapat menyebabkan nyeri parah serta kram selama dan setelah berhubungan seks.
4. Penggunaan alat kontrasepsi IUD
Sementara kram rahim saat orgasme merupakan respon fisologis, penggunaan IUD di rongga rahim dapat menyebabkan sakit yang lebih intens. Namun, tidak semua orang dengan IUD akan merasakannya.
5. Vaginismus
Vaginismus adalah suatu kondisi yang menyebabkan kejang otot yang tidak disengaja di sekitar vagina.
Berhubungan intim pertama kali bisa sulit dan menyakitkan bagi seorang penderita vaginismus. Setelah berhubungan seks, biasanya otot wanita tersebut akan terus kejang dan menyebabkan rasa sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?