Health / Women
Rabu, 03 Maret 2021 | 14:15 WIB
Ilustrasi sesak napas. [Shutterstock]

Suara.com - Rina Gunawan sempat menjalani rawat inap di ICU Rumah Sakit Pertamina (RSPP) Simprug, Jakarta Selatan sebelum meninggal dunia kemarin sore, Selasa (2/3/2021).

Suami Rina Gunawan, Teddy Syah mengatakan istrinya sempat dinyatakan positif virus corona Covid-19 dan mengalami sesak napas sebelum meninggal.

"Iya betul, betul (meninggal dunia), tadi pukul 18.45 WIB. Karena sesak napas. Saya belum tahu berita terakhirnya, apakah sudah negatif atau masih positif," kata Teddy Syah kepada  Selasa (2/3/2021).

Virus corona Covid-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan seseorang. Sesak napas pun termasuk salah satu gejala umum virus corona.

Orang yang sudah memiliki riwayat masalah pernapasan dan mengalami sesak napas akibat virus corona bisa berisiko mengalami kondisi serius.

Pusara Presenter Rina Gunawan usai dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun dilansir dari Hellosehat, ada teknik pernapasan yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala sesak napas akibat virus corona Covid-19. Teknik pernapasan ini pun sudah dipraktikan dan dibuktikan sendiri oleh J.K. Rowling, penulis buku Harry Potter.

Teknik pernapasan ini bisa dilakukan mulai dari menarik napas dalam-dalam hingga menutupi mulut dan batuk agar terkontrol.

Teknik pernapasan ini pertama kali diperagakan oleh dr Sarfaraz Munshi dari Queen's Hospital di Inggris. Metode ini memang diakui bisa membantu meringankan sesak napas yang sering dialami pasien virus corona.

Tetapi, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa metode ini bisa digunakan oleh semua pasien virus corona Covid-19 yang mengalami masalah pernapasan.

Baca Juga: 8 Ciri Terinveksi Virus Corona B117, Lebih Bahaya dari COVID-19

Sementara itu, J.K. Rowling sendiri yang penderita cystic fibrosis mengaku merasa terbantu dengan teknik pernapasan ini ketika mengalami sesak napas mirip gejala virus corona.

Cystic fibrosis adalah kelainan bawaan yang menyebabkan kerusakan parah pada paru-paru, sistem pencernaan dan organ lain di dalam tubuh bayi.

Lalu, apakah kita bisa melakukan metode pernapasan ini?

Sebenarnya, melakukan teknik pernapasan yang direkomendasikan dokter Inggris ini untuk meringankan gejala virus corona bukan masalah. Tapi, ada risiko yang mengkhawatirkan karena metode ini bisa menyebarkan virus corona tanpa disengaja.

Karena, tubuh akan memproduksi tetesan lendir di paru yang bisa menyebar ketika batuk. Akibatnya, percikan air yang cukup banyak dan berisi virus ini bisa menginfeksi orang lain.

Misalnya, percikan dari mulut yang mengandung virus ketika batuk bisa menempel di tangan dan berpindah ke permukaan benda yang sering disentuh orang lain.

Load More