Suara.com - Infeksi Covid-19 berisiko sebabkan kematian terhadap pasien yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Penyakit diabetes jadi salah satu komorbid yang bisa memperburuk kondisi kesehatan.
"Pengidap diabetes kalau kena Covid dan masuk rumah sakit cenderung akan lebih berat dan lebih banyak matinya dibandingkan non diabetes. Itu sudah jelas bisa sampai 5 kali lipat," kata Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., dalam webinar daring, Rabu (3/3/2021).
Untuk mengurangi risiko keparahan infeksi, bahkan kemungkinan kematian, dokter Suas menyampaikan bahwa pasien harus meregulasi atau mengontrol kadar gula darah dengan baik.
"Kalau misalnya masih di rumah, ini adalah tugas pasien untuk menjaga gula darah harus baik supaya tidak kena covid. Dam kalaupun kena covid tidak menjadi barat," ucapnya.
Jika pasien harus dirawat di rumah sakit, maka menjadi tanggung jawab dokter untuk mengendalikan gula darah dengan pengobatan. Dokter Suas mengatakan, berdasarkan penelitian di Amerika dan China telah terbukti jika pasien diabetes mampu menjaga gula darahnya terkendali dengan baik bisa mengurangi risiko keparahan.
"Anggaplah di bawah 180 selama perawatan intensif, itu angka kematiannya jauh lebih kecil daripada mereka yang gula darahnya tinggi," ujar dokter Suas.
Sedangkan bagi pasien yang menjalani rawat jalan dari rumah, ia mengingatkan agar mengontrol gula darah dengan menjaga pola makan. Juga tetap mengonsumsi obat-obatan, jika ada.
"Untuk menjaga gula darah dengan baik, yang dipertahankan dengan pola perilaku. Kemudian kalau memang sedang mengonsumsi obat-obatan jangan sampai putus," saran dokter Suas.
Baca Juga: Studi: Pasien Covid-19 dengan Penyakit Gusi 9 Kali Lebih Berisiko Meninggal
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat