Health / Konsultasi
Rabu, 03 Maret 2021 | 18:58 WIB
Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Infeksi Covid-19 berisiko sebabkan kematian terhadap pasien yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Penyakit diabetes jadi salah satu komorbid yang bisa memperburuk kondisi kesehatan.

"Pengidap diabetes kalau kena Covid dan masuk rumah sakit cenderung akan lebih berat dan lebih banyak matinya dibandingkan non diabetes. Itu sudah jelas bisa sampai 5 kali lipat," kata Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., dalam webinar daring, Rabu (3/3/2021).

Untuk mengurangi risiko keparahan infeksi, bahkan kemungkinan kematian, dokter Suas menyampaikan bahwa pasien harus meregulasi atau mengontrol kadar gula darah dengan baik.

"Kalau misalnya masih di rumah, ini adalah tugas pasien untuk menjaga gula darah harus baik supaya tidak kena covid. Dam kalaupun kena covid tidak menjadi barat," ucapnya.

Jika pasien harus dirawat di rumah sakit, maka menjadi tanggung jawab dokter untuk mengendalikan gula darah dengan pengobatan. Dokter Suas mengatakan, berdasarkan penelitian di Amerika dan China telah terbukti jika pasien diabetes mampu menjaga gula darahnya terkendali dengan baik bisa mengurangi risiko keparahan.

"Anggaplah di bawah 180 selama perawatan intensif, itu angka kematiannya jauh lebih kecil daripada mereka yang gula darahnya tinggi," ujar dokter Suas.

Sedangkan bagi pasien yang menjalani rawat jalan dari rumah, ia mengingatkan agar mengontrol gula darah dengan menjaga pola makan. Juga tetap mengonsumsi obat-obatan, jika ada.

"Untuk menjaga gula darah dengan baik, yang dipertahankan dengan pola perilaku. Kemudian kalau memang sedang mengonsumsi obat-obatan jangan sampai putus," saran dokter Suas.

Baca Juga: Studi: Pasien Covid-19 dengan Penyakit Gusi 9 Kali Lebih Berisiko Meninggal

Load More