Suara.com - Hipertensi merupakan penyakit penyerta atau komorbid terbanyak pada pasien infeksi virus Covid-19 di dunia, termasuk Indonesia. Hipertensi dapat memperburuk perjalanan Covid-19, sehingga diperlukan kewaspadaan khusus terkait penyakit ini.
Mengenai hal itu, di masa pandemi seperti sekarang ini, masyarakat dianjurkan dan memantau tekanan darahnya sendiri secara teratur di rumah. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan fasilitas telemedicine yang telah tersedia dengan berbagai pendekatan.
Dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, President of Indonesian Society of Hypertension (InaSH), mengatakan, “Riskesdas tahun 2018 mencatat sebanyak 63 juta orang atau sebesar 34,1% penduduk di Indonesia yang menderita hipertensi. Dari populasi hipertensi tersebut, hanya sebesar 8,8% terdiagnosis hipertensi dan hanya 54,4% yang terdiagnosis hipertensi rutin minum obat.”
Saat ditanyakan oleh Suara.com mengenai vaksin COVID-19, apakah manjur atau tidak bagi penyakit hipertensi, ia mengatakan efikasi dan safety.
“Apakah itu efikasinya betul? Menurut penelitian sekarang sudah terbukti. Apakah bagi penyakit hipertensi atau non hipertensi mendapat efikasi yang sama? Belum tentu, karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Dan itu tetap menjadi data, dan sudah diperhitungkan, baru bisa membuat kesimpulan,” ungkapnya, Jumat (26/2/2021).
Tidak hanya itu, penting untuk mengingat bahwa angka kematian akibat hipertensi di dunia, termasuk Indonesia, saat ini masih stagnan. Angka kematian hipertensi seluruh dunia dilaporkan lebih dari 9,4 juta/tahun, dan merupakan yang tertinggi dibanding penyakit-penyakit lainnya, baik di negara-negara maju maupun yang sedang berkembang, juga di negara-negara tertinggal sekalipun.
Dalam presentasinya, ia juga memaparkan bahwa pengelola hipertensi di masa Covid-19 ditinjau dari segi regimen terapi.
“Masalah yang dihadapi yaitu enggannya pasien hipertensi untuk follow-up ke RS/Puskesmas karena adanya batasan-batasan dan untuk menghindari paparan Covid-19. Dalam situasi seperti ini, maka pengukuran tekanan darah sendiri di rumah menjadi penting dan, harus digalakkan di samping penggunaan telemedicine dengan multi disiplin approach menjadi pilihan yang baik,” paparnya.
Baca Juga: 7 Herbal Alami yang Ampuh untuk Turunkan Hipertensi, Salah Satunya Jahe
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak