Suara.com - Pandemi virus corona sudah terjadi lebih dari setahun, dan kini hampir semua negara di dunia mulai melakukan vaksinasi Covid-19 dengan harapan menghentikan krisis ini.
Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hal itu tidak realistis, memperkirakan pandemi tidak akan berakhir tahun ini.
Meski begitu, mereka mengakui bahwa imunisasi massal dapat meringankan banyak penderitaan.
"Jika vaksin mulai berdampak tidak hanya pada kematian dan angka rawat inap, tetapi juga terhadap dinamika dan risiko penularan secara signifikan, maka saya yakin kita akan mempercepat pengendalian pandemi ini," ujar Michael Ryan, direktur program kedaruratan WHO.
Ryan juga memperingatkan bahaya berpuas diri hanya karena saat ini virus sangat terkendali.
Pernyataan ini Ryan lontarkan setelah 600.000 dosis vaksin AstraZeneca/Oxford dikirim ke Ghana dari Fasilitas COVAX atau COVAX Facility minggu ini, menandai dimulainya peluncuran vaksin global.
Menurut laporan News Australia, COVAX dipimpin oleh berbagai organisasi kesehatan, termasuk WHO, dan dirancang untuk memasikan distribusi vaksin yang adil di seluruh dunia.
Ini akan menjadi operasi pengadaan dan pasokan vaksin terbesar dalam sejarah, meski direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyayangkan peluncuran ini dimulai beberapa bulan setelah dimulainya vaksinasi di beberapa negara kaya seperti AS.
"Ini adalah perlombaan melawan virus. Kami tidak meminta negara-negara untuk mempertaruhkan rakyatnya sendiri. Kami meminta semua negara menjadi bagian dari upaya global untuk menekan penyebaran virus di mana-mana," sambungnya.
Baca Juga: Setahun Virus Corona, Yahya Waloni Tak Percaya Covid: Hanya Permainan
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance