Suara.com - Seorang atlet pemanah India yang memegang medali emas harus bertahan hidup dengan jualan gorengan dan bahan makanan di tengah terpaan pandemi Covid-19.
Menyadur India.com, Rabu (3/3/2021) Mamta Tuddu, peraih medali emas tingkat junior dan sub-junior tahun 2010 dan 2014, harus berjualan pakodas untuk bertahan hidup akibat krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.
Pakodas merupakan sebuah gorengan khas India yang biasanya berisi sayuran dan berbumbu dan banyak dijual oleh pedagang kali lima hingga restoran.
Mamta terpaksa menjual gorengan di rumahnya yang terletak di desa Damodarpur di Kota Dhanbad, negara bagian Jharkhand, The Telegraph melaporkan.
Mamta adalah putri seorang pensiunan karyawan sebuah perusahaan pertambangan dan merupakan anak tertua dari 7 bersaudara.
Mamta menjalani pelatihan memanah di Center of Excellence di Ranchi dari tahun 2018, tetapi harus pulang karena akademinya tutup akibat Covid-19.
Bahkan setelah akademi dibuka setelah lockdown dicabut, dia tidak dapat melanjutkan pelatihannya karena kendala ekonomi.
"Saya yang tertua di antara tujuh bersaudara. Semua adik saya harus berhenti sekolah di tengah jalan karena ayah pensiun," ujar Mamta kepada The Telegraph.
"Jadi, keluarga kami sangat bergantung pada pendapatan dari toko sementara tempat kami menjual makanan seperti gram panggang dan kecambah, pakoras, dan makan lain semacam itu," kata Tuddu.
Baca Juga: Seorang Wanita Tega Bunuh Pacar, Sewa Pembunuh Bayaran dengan Imbalan Seks
Tuddu lebih lanjut mengklaim bahwa kelambanan pihak berwenang bertanggung jawab atas kondisinya yang memprihatinkan saat ini.
"Saya masih bermain di level senior tetapi membutuhkan dukungan pemerintah untuk menopang kehidupan," ungkap Mamta.
Setelah berita itu muncul, mantan pelatihnya, Md Shamshad, mengungkapkan kesedihannya dan mengatakan bahwa dia 'terluka' ketika mengetahui bahwa Tuddu harus menjual gorengan untuk menghidupi keluarganya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Persatuan Panahan Dhanbad, Jubair Alam, mengatakan akan segera mengunjungi Mamta dan akan berusaha memberikan bantuan sebanyak mungkin untuk memperbaiki kondisinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!