Suara.com - Nama Wani Ardy menjadi salah satu yang banyak dibicarakan di tengah perayaan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh setiap 8 Maret setiap tahunnya.
Perempuan yang juga seorang penulis dan influencer ini mengatakan jika di hari ini, ia berharap bisa membantu lebih banyak lagi perempuan, yang tidak memiliki rahim seperti dirinya, untuk membentuk kembali naluri keibuan.
Dilansir Hindustan Times, perempuan asal Malaysia ini berkisah, dirinya tahu mengenai kondisi ini saat di 17 tahun ia mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Wani tidak mengalami menstruasi sama seperti remaja perempuan lainnya.
Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, semua mengatakan hal yang sama padanya, bahwa Wani tidak memiliki rahim. Bertahun-tahun kemudian, Wani ingat bagaimana diagnosis tersebut membingungkan para dokter dan membuatnya tidak dapat berhubungan dengan teman-temannya.
"Saat remaja, saya merasa sangat terisolasi karena pada saat itu, saya tahu saya berbeda," katanya.
Pada usia 20an, ia akhirnya mengetahui bahwa kondisi langka itu memiliki nama - sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) - ketika organ seks internal seperti rahim atau vagina tidak ada atau kurang berkembang saat lahir. MRKH mempengaruhi sekitar satu dari 5.000 perempuan di dunia dan penyebabnya tidak diketahui.
Wani yang seorang Muslim, mengatakan hambatan budaya dan pantangan seputar kesehatan seksual di negaranya sering membuat perempuan dengan MRKH merasa malu atau tidak mau mencari dukungan atau pengobatan.
Selama bertahun-tahun, dia merahasiakan kondisinya bahkan ketika dia memulai karir sebagai penyanyi, penyair, penulis, dan penulis naskah.
Namun setelah bergabung dengan grup dukungan online berbasis di AS untuk perempuan MRKH, Wani merasa terdorong untuk menjangkau orang lain yang lebih dekat dengan lingkungannya.
Baca Juga: Cinta Senior, Kapolri Buat Program Vaksinasi Covid untuk Purnawirawan Polri
"Saya pikir jika saya dapat merasakan hal ini dengan seseorang yang pada dasarnya berada di seluruh dunia, bayangkan bagaimana perasaan saya jika saya dapat menemukan orang MRKH di negara saya sendiri, yang akan lebih dapat dihubungkan dalam hal pendidikan, latar belakang dan budaya," kata dia.
Pada tahun 2014, ia pun mengumumkan kondisinya dan segera setelah itu, Wani mendirikan kelompok dukungan untul MRKH di Malaysia, yang telah berkembang menjadi lebih dari 200 anggota, termasuk dari negara tetangga Indonesia dan Singapura.
Dia juga berakting dan menjadi konsultan dalam "Rahimah Tanpa Rahim", sebuah serial televisi yang tokoh utamanya memiliki MRKH, yang ditayangkan pada bulan Januari.
Para dokter memuji advokasi Wani dengan meningkatkan kesadaran tentang MRKH dan masalah kesehatan seksual lainnya.
"Karena dia, lebih banyak gadis yang berani datang dan berbicara dan didiagnosis," kata dokter kandungan Dr Harizah Hatim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal