Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi ketika kekuatan tekanan darah Anda ke dinding pembuluh darah terlalu tinggi secara konsisten. Sehingga, kondisi ini meningkatkan beban kerja jantung dan pembuluh darahh.
Akibatnya, arteri yang memasok darah ke jantung akan kehilangan kelenturan dan mengalami penyempitan. Kondisi ini juga akan semakin buruk bila Anda dehidrasi.
Menurut Dr Stephen Sinatra, minum air putih adalah cara alami untuk menurunkan tekanan darah yang melonjak. Asupan air yang memengaruhi tekanan darah ada dua cara.
Pertama, tubuh Anda akan berusaha mengamankan pasokan cairan dengan menahan natrium ketika tidak minum cukup air putih.
Pada waktu yang sama, dehidrasi akan memaksa tubuh Anda menutup beberapa kapilernya secara bertahap dan sistematis. Ketika beberapa kapiler menutup, kondisi ini akan memberi lebih banyak tekanan pada pipa, yakni kapiler dan arteri Anda yang meningkatkan tekanan darah.
"Jadi, salah satu cara terbaik menurunkan tekanan darah tinggi secara alami adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik," kata Dr Sinatra dikutip dari Express.
Sebab, air adalah aspek penting dari pengangkutan darah ke seluruh tubuh, serta membantu pencernaan, penyerapan, dan pengiriman nutrisi.
Tanpa minum air yang cukup, pembuluh darah bisa menyempit ketika tubuh berusaha menahan cairannya. Pembuluh darah yang menyempit inilah akan membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengantarkan oksigen ke berbagai bagian tubuh, yang meningkatkan tekanan darah.
Tapi, menghindari dehidrasi bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Dehidrasi telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Apa Itu Hipospadia yang Dialami Aprilia Manganang? Ini Penjelasannya
Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian, ada laporan yang mengaitkan dehidrasi dengan peningkatan tekanan darah karena aksi hormon yang disebut vasopresin.
Vasopresin disekresikan ketika ada banyak zat terlarut (atau kadar natrium) dalam darah Anda, atau ketika volume darah Anda rendah.
Kedua hal ini bisa terjadi jika Anda kehilangan terlalu banyak cairan. Tubuh merespons dehidrasi ini dan ginjal akan menyerap kembali air, bukan membuangnya menjadi urine.
Konsentrasi vasopresin yang tinggi juga dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Pada gilirannya, kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
"Air adalah minum sederhana, namun cukup kompleks untuk mengobati banyak penyakit. Meskipun tidak langsung menurunkan tekanan darah, air bisa membantu mengatasinya," jelasnya.
Karena, dehidrasi kronis mengurangi kemampuan tubuh mengangkut darah secara efisien, memaksa pembuluh darah mengerut dalam upaya menghemat air yang biasanya akan hilang ketika buang air kecil.
Pembuluh darah yang menyempit akan membebani kemampuan tubuh memompa darah secara efektif dan meningkatkan tekanan darah. Jadi, usahakan minum air putih 8-10 gelas setiap harinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens