Suara.com - Penyakit glaukoma bisa mengenai siapa saja tanpa mengenal usia. Bahkan bayi baru lahir pun bisa terserang glaukoma jika memang terjadi kelainan saat masa pertumbuhan dalam janin. Meski begitu, jumlah pasien glaukoma memang lebih didominasi orang dewasa di atas usia 40 tahun.
"Memang seluruh usia bisa terkena, walaupun pada usia lebih muda kasusnya jauh lebih jarang. Lebih banyak pada usia lebih lanjut. Faktor risiko glaukoma yang utama peningkatan tekanan bola mata, kedua usia di atas usia 40 tahun risiko jadi lebih meningkat," jelas dokter spesialis mata dr. Maula Rifada, Sp.M(K)., dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (15/3/2021).
Glaukoma juga bisa diturunkan dari keluarga. Dokter Maula mengingatkan bahwa faktor keturunan atau genetik berpengaruh bagi orang-orang yang mempunyai riwayat keluarga atau orangtua glaukoma.
"Harus hati-hati karena mempunyai faktor risiko yang lebih besar dibanding orang yang normal. Memang belum tentu terkena, tapi dia punya risiko. Kemudian orang-orang dengan penyakit penyerta sistemik lain seperti diabetes atau hipertensi itu juga harus waspada," imbuhnya.
Selain itu, orang dengan mata minus di atas 6 atau plus di atas 2 juga berisiko mengalami glaukoma karena bentuk bola mata sudah berbeda dari orang normal. Terutama pada mata plus, risiko terjadi glaukoma bisa lebih besar.
"Jadi kalau orang minus tinggi, bola matanya relatif lebih panjang. Tetapi pada orang yang plus tinggi untuk melihat jauh bola matanya jadi lebih kecil. Jadi lebih mudah terjadi serangan akut pada orang-orang yang mempunyai plus tinggi untuk melihat jauh," katanya.
Hingga saat ini, menurut dokter Mauli, masih sulit untuk menentukan pencegahan yang efektif bagi glaukoma. Sebab glaukoma sendiri tidak bisa diprediksi kapan akan muncul dan gejalanya sering kali terlambat.
"Tetapi terutama pada orang-orang yang punya faktor risiko memang disarankan untuk memberi kontrol karena deteksi dini yang akan jadi kunci. Sehingga tidak terlambat, kalau kerusakan yang ditemukan masih sedikit, artinya bisa kita pertahankan masih bisa lebih banyak," kata sokter Mauli.
Sebagai upaya pencegahan, sangat disarankan untuk rutin memeriksa kondisi mata setiap enam bulan sekali, terutama bagi orang yang telah memiliki faktor risiko. Dokter Mauli mengatakan, kerusakan mata akibat glaukoma tidak akan bisa diperbaiki. Sehingga pengobatan yang dilakukan sebenarnya untuk mempertahankan sisa fungsi mata agar tidak makin buruk.
Baca Juga: Penting, Diet Rendah Karbohidrat Turunkan Risiko Terkena Glaukoma
"Misalnya fungsi matanya sudah menurun 20 persen akibat glaukoma. Artinya kita akan pertahankan sisanya 80 persen itu agar tetap berfungsi optimal," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab