Suara.com - Glaukoma masih menjadi masalah terkait dengan penglihatan mata yang dialami oleh banyak orang. Di dunia dari 39 juta angka kebutaan, Glaukoma menyumbang 3,2 juta jiwa.
Sementara itu, di Indonesia sendiri 4-5 orang dari 1.000 orang di menderita Glaukoma. Dalam keterangan yang diterima Suara.com, Jumat, (12/3/2021), glaukoma adalah kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata.
Meningkatnya tekanan bola mata ini terjadi akibat gangguan pada sistem aliran cairan mata.
Seseorang yang menderita kondisi ini dapat merasakan gejala berupa gangguan penglihatan, nyeri pada mata, sakit kepala. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak diseluruh dunia maupun di Indonesia. Kebutaan akibat glaukoma bersifat permanen.
"Karena sering tidak bergejala, calon penderita glaukoma kerap tidak menyadarinya. Karenanya harus diwaspadai bila memiliki riwayat diabetes, hipertensi atau secara umum kerap merasakan sakit kepala dan atau rutin menggunakan obat tetes mata tertentu yang mengandung steroid. Segera deteksi dini karena glaukoma bersifat permanen," ujar dr. Nyoman Yenny Khristiawati dari Siloam Hospitals Denpasar.
Dokter spesialis mata itu menjelaskan, bahwa bahwa dampak dari Glaukoma mengakibatkan kualitas hidup penderita mengalami gangguan penglihatan dan akan adanya pengobatan yang intensif dan periodik.
Untuk itu penting mengenali dan memeriksa glaukoma agar bisa ditangani dengan tepat dan cepat. Berikut ini beberapa jenis pemeriksaan terhadap Glaukoma, yaitu :
- Pemeriksaan Tajam Penglihatan, dilakukan dengan jarak tertentu dan menutup mata disalah satu sisi baik kiri maupun kanan
- Pemeriksaan Tekanan bola mata, Tekanan bola mata normal 8-21 mmHg
- Pemeriksaan Segmen Anterior bola mata
- Pemeriksaan Saraf Mata (Funduskopi)
- Pemeriksaan Sudut Bilik Mata Depan (Ganioskopi)
- Pemeriksaan Lapang Pandang (Perimetri)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian