Suara.com - Berbagai faktor bisa menyebabkan seseorang alami gangguan tidur. Faktor paling umum yang diketahui biasanya stres, makan atau minuman yang dikonsumsi, serta lingkungan.
Tapi dehidrasi adalah salah satu alasan yang tidak banyak diketahui orang. Pakar hidrasi di Inggris Nick Hird mengatakan bahwa dehidrasi sebenarnya bisa menjadi penyebab kualitas tidur malam jadi buruk.
Dehidrasi pada malam hari menurunkan kualitas tidur karena fungsi organ yang terganggu. Misalnya, rongga hidung dan mulut menjadi kering dan dapat menyebabkan dengkuran.
Kebanyakan orang mungkin sudah menyadari tentang kecukupan air per hari antara 1,5-2 liter. Tetapi seringkali tak mengetahui apakah benar sudah terhidrasi dengan baik atau justru dehidrasi tanpa disadari.
Dikutip dari Mirror, Nick membagikan cara sederhana untuk memastikan tubuh mengalami hidrasi dengan baik.
1. Perhatikan warna urine
Cara termudah untuk memantau hidrasi adalah melalui warna urin. Jika urin berwarna kuning pekat, kemungkinan besar mengalami dehidrasi dan itu menjadi sinyal tubuh agar minum lebih banyak cairan. Nick menyarankan untuk minum air dalam jumlah yang disarankan setiap hari agar tetap terhidrasi karena itu membantu tidur lebih nyenyak.
2. Minum segelas air setiap bangun tidur
Nick menjelaskan bahwa selama tidur tubuh akan kehilangan cairan. Karena itu kemungkinan bangun dalam keadaan dehidrasi. Minum segelas air segera setelah bangun membantu gantikan cairan tubuh dengan segera.
Baca Juga: Jaga Tubuh Terhidrasi, Lebih Baik Minum Air Dingin atau Air Hangat?
3. Jangan banyak minum apapun mendekati waktu tidur
Nick merekomendasikan untuk menghindari air minum atau cairan lain setidaknya satu jam sebelum tidur. Itu untuk mencegah tubuh bangun karena ingin buang air kecil sehingga mengganggu siklus tidur.
Jika memang membutuhkan minuman sebelum tidur, pastikan itu bukan kopi atau alkohol. Karena keduanya adalah diuretik sehingga membuat ginjal bekerja lebih keras, itu dapat menyebabkan dehidrasi dan terbangun di tengah malam.
4. Batasi kafein dan alkohol
Batas waktu mengonsumsi kafein disarankan dari tiga hingga tujuh jam sebelum waktu tidur. Jadi konsumsi kafein sore hari menjadi ide yang buruk karena akan mengakibatkan metabolit kafein masih dalam sirkulasi ketika tidur.
Alkohol juga mengganggu kualitas tidur.
Menurut Nick, meskipun seseorang merasa sudah tidur nyenyak setelah mabuk karena alkohol tetapi kualitas tidurnya masih buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- Fajar Sadboy Kecelakaan, Keluarga Pingsan Dengar Kabar
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya