Suara.com - Korea Selatan mendapat protes dari dunia internasional, setelah sejumlah provinsi dan kota mewajibkan tes Covid-19 untuk pekerja asing yang datang.
Protes datang dari sejumlah komunitas yang mengatakan tes Covid-19 untuk petugas asing merupakan bentuk diskriminasi.
Protes tersebut pun menyebabkan kota Seoul untuk mengakhiri mandat tesnya di tengah protes internasional.
Namun Daegu, kota terbesar keempat di Korsel dengan populasi 2,5 juta, meningkatkan dua kali lipat perintah pengujian COVID tahap keduanya dengan menambah jumlah pekerja asing yang perlu diuji.
Tidak ada pekerja asing di antara 2.553 orang pada pengujian putaran pertama yang dinyatakan positif, kata otoritas Daegu dalam sebuah pernyataan.
Kota yang pernah menjadi pusat pandemi virus corona di Korea Selatan itu juga mengamanatkan agar para pekerja asing baru diuji antara 19 hingga 28 Maret.
Provinsi Jeolla Selatan mempertahankan perintah pengujiannya untuk menguji sekitar 14.000 orang asing pada Maret, tetapi provinsi tersebut menyatakan telah merevisi kebijakannya untuk memasukkan lebih banyak warga Korea, kata seorang pejabat provinsi Jeolla Selatan kepada Reuters.
Sejauh ini 24.700 pekerja asing telah menjalai tes COVID, dengan satu dinyatakan positif, kata pejabat itu.
Gyeonggi, provinsi terpadat di Korea Selatan, telah menyelesaikan masa dua pekan tes wajib bagi ratusan ribu pekerja asing pada Senin (22/3).
Baca Juga: Tes Covid-19, Seberapa Sering Kita Harus Melakukannya?
Provinsi Gyeongsang Utara dan Gangwon, serta kota Incheon, juga menerapkan kebijakan pengujian wajib. Para perwakilan masyarakat di sana tidak menanggapi permintaan komentar.
Pemerintah daerah Gyeongsang Utara pekan lalu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menemukan 11 pasien positif di antara 13.034 orang asing yang dites.
Para pejabat kesehatan Korsel mengatakan langkah-langkah itu diperlukan untuk menurunkan lonjakan kasus infeksi virus corona di antara penduduk asing.
Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), warga asing telah menyumbang lebih dari 11 persen dari semua kasus baru COVID di seluruh negeri selama sepekan terakhir.
Korea Selatan memiliki setidaknya 1,6 juta pekerja asing terdaftar dan 391.306 orang asing tidak berdokumen per Desember, berdasarkan keterangan kementerian kehakiman yang disampaikan kepada Reuters.
Komisi hak asasi manusia Korea Selatan mengatakan pada Senin (22/3) bahwa tindakan pengujian yang tersisa harus "segera ditangguhkan".
Berita Terkait
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
Honda Kibarkan Bendera Putih, Tren Mobil Listrik Bikin Pabrikan Sengsara
-
Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir
-
Presiden Prabowo Ingin Perbanyak Jumlah Konser K-Pop di Indonesia
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak