Suara.com - Selama pandemmi hand saniter menjadi salah satu cara agar terhindar dari virus corona. Tapi, dibalik manfaatnya, produk ini juga mengandung risiko berbahaya.
Dilansir dari New York Post, beberapa dari produk tersebut telah ditemukan mengandung bahan kimia benzena penyebab kanker tingkat tinggi.
“Temuan ini mengkhawatirkan dan mengungkap potensi risiko serius bagi kesehatan masyarakat,” kata David Light, CEO perusahaan farmasi online dan pengujian produk Valisure, yang baru-baru ini menganalisis 168 merek pembersih tangan.
Temuan itu cukup mengkhawatirkan, 17 persen sampel mendeteksi benzena dan 8 persen sampel mengandung jumlah benzena lebih tinggi dari batas sementara yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration untuk membantu pasar memenuhi permintaan pembersih, Bloomberg melaporkan.
Valisure merilis temuannya dalam petisi warga ke FDA di mana perusahaan meminta agensi tersebut mengambil tindakan terkait produk dengan tingkat benzena tertinggi.
Mayoritas produk bermasalah dibuat di AS atau China dan berbentuk gel. Beberapa di antaranya tersedia secara luas, beberapa dapat dibeli di Amazon dan di toko Target. Salah satu formula yang lebih terkontaminasi dijual dalam sebuah botol bertema Baby Yoda. Semua produk tersebut mulai terjual pada April atau Mei 2020.
"Itu telah dikeluarkan dari sebagian besar produk, dan untuk yang tidak dikeluarkan dari produk yang ada di sini untuk mencegah orang terkena virus corona itu tidak bisa dibenarkan," kata pendiri kelompok pengawas pemerintah Public Citizen Sidney Wolfe kepada Bloomberg.
“Sebagian besar tidak memiliki level yang dapat dideteksi. Jika mungkin memiliki pembersih tangan yang tidak memiliki level yang dapat dideteksi, maka FDA tidak dapat dimaafkan bahwa tidak melarang pembersih tangan apa pun yang mengandung level yang dapat dideteksi. ”
Awal tahun ini, FDA mengeluarkan peringatan tentang produk pembersih tangan dari Meksiko yang ditemukan terkontaminasi dengan metanol, bahan kimia yang beracun saat diserap melalui kulit dan dapat mengancam jiwa jika tertelan.
Baca Juga: Bisa Cegah Penyakit Serius, 7 Jenis Makanan Ini Kaya Flavonoid!
Tahun lalu, FDA memperingatkan pelanggan untuk menjauh dari pembersih tangan "beracun" lainnya dengan peringatan serupa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan