Suara.com - Penelitian menyebutkan bahwa polusi, iklim, pasokan makanan, dan sumber energi bisa memengaruhi ukuran penis pria termasuk testis dan libidonya.
Melansir dari Men's Health, menurut ahli epidemiologi lingkungan dan reproduksi Dr. Shanna H.Swan, bahan kimia lingkungan bisa mengganggu hormon pria di mana pada akhirya bisa menyusutkan penis. Hal ii telah dipaparkan Swan dalam bukunya yang berjudul Count Down: How Our Modern World Is Threatening Sperm Counts, Altering Male and Female Reproductive Development, and Imperiling the Future of the Human Race.
"Bahan kimia di lingkungan kita dan praktik gaya hidup yang tidak sehat mengganggu keseimbangan hormonal kita," ujar Dr. Swan.
Peneliti lain juga sependapat dengan dokter Swan. “Sudah pasti ada literatur medis yang menunjukkan bahwa mungkin ada penurunan jumlah sperma dari waktu ke waktu,” Joshua A. Halpern, MD, asisten profesor urologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Illinois, mengatakan kepada Health.
"Studi tersebut tentu saja menimbulkan kekhawatiran yang signifikan, tetapi kami membutuhkan penelitian yang lebih baik untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa," imbuhnya.
Spesialis kesehatan wanita Jennifer Wider, MD, mengatakan kepada Health bahwa informasi ini penting untuk diperhatikan. "Ini adalah buku yang diteliti dengan baik yang ditulis oleh seorang ahli yang dihormati di bidangnya, ini menjelaskan fakta bahwa bahan kimia di lingkungan kita dapat memiliki efek merusak pada reproduksi dan hormon kita," katanya.
Jadi apa yang dapat Anda lakukan?
Melansir dari Health, mengurangi paparan bahan kimia pengubah hormon dan membuat perubahan gaya hidup akan mendukung perkembangan reproduksi yang sehat.
"Salah satu strategi mudah adalah menukar wadah penyimpanan makanan plastik dan botol di dapur Anda dengan gelas, keramik, atau logam," kata Dr. Swan.
Baca Juga: Profesor Ini Ungkap Dampak Polusi Udara Bisa Sebabkan Ukuran Penis Mengecil
"Ini akan membantu mengurangi paparan bahan kimia pengubah hormon yang tidak hanya penting bagi wanita hamil dan pasangan yang merencanakan kehamilan, tetapi untuk semua orang secara umum," imbuhnya.
Dokter Wider merekomendasikan agar Anda memperhatikan apa yang Anda hadapi.
"Phthalates, bahan kimia yang digunakan dalam produksi plastik, dan bahan kimia pengganggu endokrin lainnya harus dibatasi dalam produk sehari-hari, dan kita semua harus menuntut perubahan dari badan pengatur dan kebijakan yang lebih kuat untuk melindungi anak-anak, serta pria dan wanita," katanya.
Jika Anda berencana untuk memiliki anak, Anda juga dapat melakukan hal lain untuk mencoba meningkatkan kesuburan.
"Kebanyakan hal yang baik untuk kesehatan secara keseluruhan juga baik untuk kesuburan," kata Dr. Halpern.
"Pola makan sehat, olahraga teratur, dan pengurangan stres adalah kuncinya. Dan meskipun mungkin sulit untuk menghindari beberapa racun yang ditemukan dalam produk yang kita gunakan setiap hari, orang harus mencoba untuk menjauh dari paparan yang jelas-jelas berbahaya, seperti merokok dan bahan kimia berbahaya," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?