Health / Konsultasi
Minggu, 04 April 2021 | 14:40 WIB
Ilustrasi fakta-fakta vaksin AstraZeneca (Suara.com/Michelle Illona)

Suara.com - Diterima di Indonesia melalui program Covax, vaksin Oxford-AstraZeneca rencananya akan diberikan kepada masyarakat umum. Sayangnya banyak kehawatiran akibat vaksin ini yang mulanya muncul dari Eropa.

Melansir dari Medical Xpress, kekhawatiran akan vaksin AstraZeneca muncul akibat kasus pembekuan darah yang langka pada beberapa peserta vaksin. Meski begitu, vaksin telah dinyatakan aman oleh badan pengawas obat di Uni Eropa. Untuk lebih mengenal vaksin ini, yuk simak beberapa faktanya berikut:

1. Praktis

Vaksin AstraZeneca dihargau sekitar £ 2,50 (kurang lebih 50 ribu rupiah) per dosis. Selain itu, vaksin ini juga dapat disimpan pada suhu lemari es sehingga ideal untuk program vaksinasi skala besar.

Vaksin tersebut telah diizinkan untuk digunakan di lebih dari 70 negara. Lebih dari 9,2 juta vaksinasi telah dilakukan di Wilayah Ekonomi Eropa, termasuk Uni Eropa, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.

2. Ketakutan pembekuan darah

Kasus pembekuan darah yang jarang terjadi pada orang yang divaksinasi telah mendorong banyak negara untuk menghentikan atau membatasi peluncuran vaksin.

Badan Obat Eropa (EMA) mengatakan pada 31 Maret bahwa ada 62 kasus di seluruh dunia dari kondisi pembekuan langka, trombosis sinus vena serebral, 44 di antaranya di Wilayah Ekonomi Eropa.

Tiga puluh kasus kondisi pembekuan darah langka telah dicatat di Inggris dan tujuh orang telah meninggal. Dalam hal ini, AstraZeneca mengatakan pada pertengahan Maret bahwa tidak ada bukti risiko penggumpalan darah yang lebih tinggi dari vaksinnya.

Baca Juga: Farhat Abbas Nyinyir Jokowi ke Nikahan Aurel, Netizen: Gak Diundang Tuh

Namun Denmark dan Norwegia menghentikan vaksinasi menggunakan AstraZeneca. Beberapa negara menolak sejumlah vaksin setelah seorang perawat Austria meninggal karena trombosis multipel setelah vaksinasi dan orang lain menderita emboli paru.

Banyak negara telah melanjutkan penggunaan vaksin hanya untuk orang tua, berusia 55 tahun ke atas karena pembekuan darah mempengaruhi orang yang lebih muda. Negara-negara tersebut termasuk Prancis, Kanada, Jerman, Belanda, Finlandia, Islandia dan Swedia, serta Kanada.

Meski begitu, EMA mengatakan pada 18 Maret bahwa AstraZeneca aman dan efektif. Beberapa negara termasuk Estonia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Portugal, Italia, Irlandia dan Spanyol melanjutkan peluncuran penuh setelah jaminan dari EMA.

3. Penundaan dalam pengiriman

Vaksin ini pertama kali disetujui untuk digunakan pada populasi umum di Inggris yang memesan 100 juta dosis. Di Uni Eropa, penundaan pengiriman telah menimbulkan kecaman keras terhadap perusahaan Inggris-Swedia tersebut.

AstraZeneca mengumumkan pada bulan Januari bahwa mereka hanya dapat memberikan sepertiga dari 120 juta dosis yang awalnya dijanjikan kepada 27 negara anggota pada kuartal pertama.

Load More