Suara.com - Diterima di Indonesia melalui program Covax, vaksin Oxford-AstraZeneca rencananya akan diberikan kepada masyarakat umum. Sayangnya banyak kehawatiran akibat vaksin ini yang mulanya muncul dari Eropa.
Melansir dari Medical Xpress, kekhawatiran akan vaksin AstraZeneca muncul akibat kasus pembekuan darah yang langka pada beberapa peserta vaksin. Meski begitu, vaksin telah dinyatakan aman oleh badan pengawas obat di Uni Eropa. Untuk lebih mengenal vaksin ini, yuk simak beberapa faktanya berikut:
1. Praktis
Vaksin AstraZeneca dihargau sekitar £ 2,50 (kurang lebih 50 ribu rupiah) per dosis. Selain itu, vaksin ini juga dapat disimpan pada suhu lemari es sehingga ideal untuk program vaksinasi skala besar.
Vaksin tersebut telah diizinkan untuk digunakan di lebih dari 70 negara. Lebih dari 9,2 juta vaksinasi telah dilakukan di Wilayah Ekonomi Eropa, termasuk Uni Eropa, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.
2. Ketakutan pembekuan darah
Kasus pembekuan darah yang jarang terjadi pada orang yang divaksinasi telah mendorong banyak negara untuk menghentikan atau membatasi peluncuran vaksin.
Badan Obat Eropa (EMA) mengatakan pada 31 Maret bahwa ada 62 kasus di seluruh dunia dari kondisi pembekuan langka, trombosis sinus vena serebral, 44 di antaranya di Wilayah Ekonomi Eropa.
Tiga puluh kasus kondisi pembekuan darah langka telah dicatat di Inggris dan tujuh orang telah meninggal. Dalam hal ini, AstraZeneca mengatakan pada pertengahan Maret bahwa tidak ada bukti risiko penggumpalan darah yang lebih tinggi dari vaksinnya.
Baca Juga: Farhat Abbas Nyinyir Jokowi ke Nikahan Aurel, Netizen: Gak Diundang Tuh
Namun Denmark dan Norwegia menghentikan vaksinasi menggunakan AstraZeneca. Beberapa negara menolak sejumlah vaksin setelah seorang perawat Austria meninggal karena trombosis multipel setelah vaksinasi dan orang lain menderita emboli paru.
Banyak negara telah melanjutkan penggunaan vaksin hanya untuk orang tua, berusia 55 tahun ke atas karena pembekuan darah mempengaruhi orang yang lebih muda. Negara-negara tersebut termasuk Prancis, Kanada, Jerman, Belanda, Finlandia, Islandia dan Swedia, serta Kanada.
Meski begitu, EMA mengatakan pada 18 Maret bahwa AstraZeneca aman dan efektif. Beberapa negara termasuk Estonia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Portugal, Italia, Irlandia dan Spanyol melanjutkan peluncuran penuh setelah jaminan dari EMA.
3. Penundaan dalam pengiriman
Vaksin ini pertama kali disetujui untuk digunakan pada populasi umum di Inggris yang memesan 100 juta dosis. Di Uni Eropa, penundaan pengiriman telah menimbulkan kecaman keras terhadap perusahaan Inggris-Swedia tersebut.
AstraZeneca mengumumkan pada bulan Januari bahwa mereka hanya dapat memberikan sepertiga dari 120 juta dosis yang awalnya dijanjikan kepada 27 negara anggota pada kuartal pertama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?